Tuesday, June 26

Awal yang Tertunda (Kesempatan Meraih Asa Part 2)

0 comments

Hari yang dinanti nanti pun tiba. Hari dimana pertama kalinya gue bakal mengalami sensasi berdebat dengan menggunakan bahasa Indonesia, mewakili sekolah, dengan kesiapan unutk menjadi juara. Tak pernah lupa sebelum diri ini bertempur dimedan debat, gue berdoa dalam kekhusukan ibadah Subuh, memohon agar kami satu tim diberi kemenangan dalam perlombaan ini. Untuk pertama kalinya, gue berada dalam kondisi dimana gue akan menjadi “seseorang”. Seseorang yang dari duluu sekali gue impikan, seseorang yang menjadi penyebab dari juara yang akan gue sembahkan pada orang tua dan sekolah gue. Semoga.

Seperti biasanya dalam perlombaan, kami diharuskan daftar ulang ditempat registrasi. Nulis nama lengkap. Tanda tangan. Dapet jajan. Masuk ruangan. Duduk dipersimpangan jalan. Ketabrak setan. Pingsan. Masuk kuburan. Nglantur kaaannnnn???! –“

Back to the story.

Hari pertama, peserta yang lolos tinggal 8 tim. Dan 1 hari tersebut akan ada 2 kali pertandingan (bagi yang lolos pertandingan pertama). Dan pertandingan final dilaksanakan hari selanjutnya. Jadi, hari pertama itu sudah masuk perdelapan final dan jika tim gue berhasil menang pada pertandingan pertama, sudah ada tempat untuk masuk final karena tinggal 4 peserta yang tersisa.

Tim gue bernama SMAN 1 Ponorogo 2. Memang terlihat biasa saja dan tidak ada yang salah. Namun nama rancu yang diberikan panitia ini menyebabkan kesalahan penyebutan tim yang tidak sedikit yang bikin telinga gue gatel banget dengernya. Kenapa begitu? Karena tim dari SMA 1 Ponorogo yang berhasil lolos ada 3 tim dan pertandingan tim gue ama tim SMAZA yang lain lumayan tumpuk. Sehingga, yaahh bener bener aneh deh gue dengerinnya. Mungkin terlihat biasa, tapi sumpah gue risih!

Prosesi Kompetisi Debat Bahasa Indonesia ini tidak berbeda jauh dengan Debat Bahasa Inggris. Bedanya, argumen argumennya diutarakan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan tidak adanya verbal atau pemberian pengarahan dan penilaian juri terhadap perdebatan yang terjadi. Memang verbal terdengar sederhana, tetapi dari situlah kita dapat memperbaiki performa debat kita selanjutnya karena sudah diberi pengarahan tadi. Sayangnya, hal yang penting itu tidak ada. Entah mengapa.

Pertandingan pertama gue adalah melawan sekolah manaa gitu gue lupa -,-v. Motion yang dipermasalahkan pada saat itu adalah Puisi Sebagai Obat Terapi Jiwa yang Paling Manjur dan gue sebagai tim Oposis alias tim yang menolak atas permasalahan tersebut diatas. Buat gue pribadi, permasalahan yang aneh. Gue dalam debat ini bertugas sebagai pembicara kedua yang tugasnya adalah membawa argumen dan mendukung argumen pembicara pertama. Untuk sahabat tulis yang belum tau bagaimana itu debat, akan saya tulis lain waktu ya.. J

Gue waktu itu bener bener deg deg-an banget. Soalnya kurang dari 1 hari gue baru belajar apa dan bagaimana itu debat yang bisa dikatakan gue ini masih belum ada apa apanya alias amatir. Tetapi support yang diberikan sahabat gue, Laksa dan Satria, akhirnya bisa bikin gue percaya bahwa gue pasti bisa. Dan disaat yang genting, disaat jantung gue berasa mau copot, entah gataw kenapa hadirlah sosok wanita yang jadi inspirasi gue 3 bulan ini. Wanita inilah yang sangat memotivasi gue untuk belajar tentang debat dan memacu gue untuk “gue harus jadi juara disini!”. Beliau ini adalah wanita paling sempurna yang pernah gue kenal. Yaa walaupun dia gak kenal gue, cukup kok bagi gue untuk mengenalnya saat ini. Atau pun tepatnya gue cuman “tau” tentang dia, soalnya gue kenalnya pun dari temen gue juga. Yang udah gue sebutin dipostingan sebelumnya. Atau lebih jujurnya lagi, Orang yang Gue Kagumi. Nah tu mungkin definisi yang paling tepat. I’am her secret admire. Dan biasa gue sebut, sang Nyata. Karena, dia emang bener bener nyata memberi perubahan kehidup gue. Dan jika gue menang nanti, piala ini bakal gue persembahin untuk dia. Karna udah inspirasi gue sampek tingkat ini. Belum terlalu besar memang eventnya, cuman tingkat kabupaten. Tapi jika memang benar segala keberhasilan itu harus dimulai, maka inilah awal itu.

Seketika, ketika giliran gue maju untuk menunjukkan apa yang gue punya, apa yang terbaik gue bawa, nervous gue ilang! Dan ini bikin gue jadi makin PeDe dan lancar untuk bawa argumen tim gue. Setelah beberapa step dalam lomba yang kami lewati, pertandingan debat pun usai. Kami bersalaman dengan lawan yang menandakan tidak ada dendam dan perselisisahan setelah berdebat ini. Kami pun kembali ke hall untuk menunggu pengumuman. Berharap agar ini memanglah sebuah awal yang memang harus gue mulai.

Dan ketika pengumuman tiba, segala syukur untuk Allah SWT, TIM GUE LOLOS! Kagak ada waktu buat kami satu tim seneng and berhura hura ria, karna sudah ada pesaing yang menunggu, yaitu tim adik kelas gue, Tim SMA 1 Ponorogo 1. Walaupun masih kelas 1 and junior gue, mereka gak bisa diremehin begitu aja. Tapi, kami satu tim akan berusaha lebih keras lagi.

Pertandingan kedua pun dimulai. Dalam babak ini, tim yang menang akan masuk ke babak final dan sedangkan tim yang kalah akan berjuang memperebutkan juara 3. So, gue dan sahabat gue harus berusaha lebih ekstra agar bisa masuk ke babak final. Dengan kata lain, ya harus menang! Mosi dalam pertandingan ini adalah Penambahan Taman Cinta di Lingkungan Sekolah sebagai tempat pendidikan humanisme. Mosi ini lebih OK dari pada mosi sebelumnya. Case build berjalan 15 menit dengan serius untuk membentuk argumen yang paling kuat dan paling bisa diterima oleh sang Juri. Di moment ini tim kami bertugas sebagai pihak Proposisi. Yupz, kami bertugas membangun argumen yang setuju dengan mosi diatas. Debat pun dimulai dan determinasi untuk memburu kemenangan kian hebat kedua tim seakan tak mau mengalah. Dan 30 menit waktu berlalu, dibarengi dengan berakhirnya pertandingan ini.

Saat yang ditunggu tiba kembali. Pengumuman kelolosan. Sensasi harap harap cemas kini kian menguasai keadaan. Harapanku untuk merebut juara 1 dan mempersembahkannya untuk sang Nyata kian tak terbendung. Dan saat pun tiba. Master of Ceremony membuka mulut, mengucapkan kata demi kata yang membuat jantung seperti genderang perang yang ditabuh, berdegup kencang memompa darah. Diriku hanya memejamkan mata, menutup muka, menundukkan kepala, berdoa. Beri kami kemenangan Tuhan. Dan .... Kami kalah. Yaa, adik kelas kami lah yang menang. Setengah tak percaya hingga keadaan hening kurang lebih selama 5 kali diri ini menghela nafas.

Yaa memang kesempatan gue dan sahabat gue satu tim, Laksa dan Satria untuk menang membawa juara 1 kerumah tertutup sudah. Daripada merenung, sekarang saatnya untuk menata lagi kekuatan, menata lagi pikiran, kita harus membawa JUARA 3! Dan esok masih ada.

Continue reading →

Kesempatan Meraih Asa

2 comments

Masih ingat dengan tulisan “Tangan Pengganti” yg pernah gue ceritain dulu? Flashback sejenak, Tangan Pengganti dulu menceritakan pengalaman gue dimana gue diutus untuk menghadiri sebuah acara penerimaan penghargaan. Gue pun berpikir bahwa sekolah gue gak akan mendapatkan penghargaan dari acara tersebut NAMUN justru mendapatkan penghargaan paling prestisius yaitu menjadi juara UMUM. Dan karena Kepala Sekolah gue berhalangan datang pada saat acara tersebut, maka dipilihlah gue untuk menjadi orang yang menerima penghargaan atau tropi tersebut. Dan gue tau bahwa tropi itu bukan hasil jerih payah gue dan gue cuman bertindak sebagai tangan pengganti yang hanya MENERIMA saja. Dan itulah yang memotivasi gue untuk berjuang mengikuti lomba dan bukan lagi hanya “tangan pengganti”, namun pelaku pemberi prestasi itu sendiri.

Dimulai dimana saat itu gue diajak oleh temen deket gue, Azizta Laksa untuk ikut berpartisi pasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia. Karena saat gue diitawarin untuk ikut lomba itu kondisi gue masih sedang nganggur alias kagak ada kerjaan, maka langsung gue meng-iya-kan tanpa mengetahui seperti apa itu debat Bahasa Indonesia secara mendalam. Dan begitu gue tanyakan ama temen gue tadi, Laksa pun juga kagak tau gimana itu debat Bahasa Indonesia. Setali tiga uang. Yang Laksa ketahui saat itu adalah 1 tim harus terdiri dari 3 orang. Dan dalam tim gue kurang 1 orang lagi, dan maka dari itulah gue mengajak Satria Tegar. Dan dia pun juga langsung meng-iya-kan. Nah,lengkap sudah tim kami dan yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengikuti TM (Technical Meeting). Kenapa? Karena satu tim kagak tau gimana teknisnya debat Bahasa Indonesia.

Penyisihan dilaksanakan dengan membuat sebuah artikel yang bertema tentang Peran Serta Pemuda dalam Melestarikan Budaya Lokal. Kami satu tim pun membuat artikel yang didalamnya terkandung ide ide bagaimanakah cara yang seharusnya ditempuh agar budaya Indonesia umumnya dan Budaya Ponorogo khususnya dapat menarik minat warga dan masyarakat. Terciptalah ide dimana budaya Indonesia yang salah satunya adalah batik harus lebih dipublikasikan dengan cara yang lebih terjangkau seluruh kalangan karena biaya dan kemasan untuk dinikmatinya. Dimulai dengan cara memberikan unsur atau pola batik pada segala pernak pernik seperti jepitan rambut dan lain lain. Bisa juga melalui makanan, dimana sekarang sedang boomingnya cup cake dan brownis yang topingnya bisa diganti dengan pola batik dari berbagai daerah. Tujuan utamanya adalah untuk memperkenalkan dan memfamiliarkan batik. Atau bisa juga dihias dengan tokoh perwayangan untuk topingnya tadi. Everything sounds possible J.

Dan segala puji bagi Tuhan, artikel itu membawa kami lolos masuk kedalam babak sesungguhnya yaitu babak 8 besar dimana nanti kami akan ber-debat dalam Bahasa Indonesia. Perjuangan lebih besar,dimulai.

Setelah mendapatkan motion yang akan diperdebatkan pada hari H, kami 1 tim beserta tim lain dari SMA 1 Ponorogo yang beranggotakan Astana, Esti, dan Alby mulai menyicil menyusun argumen apabila kami menjadi pihak Proposisi (pihak yang mendukung) ataupun juga pihak Oposisi (pihak yang menolak). Secara atas kertas, memang tim ke.2 yang beranggotakan sahabat gue Astana dkk ini bisa dibilang lebiih kuat. Astana sendiri adalah debater SMA 1 Ponorogo yang sudah berprestasi. Beliaunya adalah anggota dari English Debat Society yang ada di SMAZA dan pernah menembus tingkat Jawa Timur dan menjadi juara dengan rekan 1 timnya,Winda Senja Wedari yang saat ini masuk dalam tim NSDC. Yaitu ajang perlombaan debat Bahasa Inggris yang sangat bergengsi di Indonesia, dimana pemenang dari event debat ini akan mewakili Indonesia dalam kancah debat Internasional di Turki. Insya Allah suatu hari nanti gue bakal nulis tentang mereka, Orang Orang Hebat yang Gue Kenal. Tunggu saja, sahabat tulis.

Kembali ke laptop!

Memang secara atas kertas dan pengalaman tanding kami kalah cukup jauh, namun beruntungnya Astana ini adalah salah satu sahabat gue di Oraganisasi YESC yang asik banget. Gue yang dikenal ember banget mulutnya dan banyak nanya ini, pasti bener bener penasaran ama yang namanya debat dan sosok Astana ini mau berbagi bagaimana itu debat, cara berdebat, dan berbagai hal yang perlu diketahui tentang debat itu sendiri. Dan itu bener bener membantu buat gue yang notabene bener bener kagak tau kayak gmana itu debat apalagi dalam sebuah kompetisi tapi bener bener pengen buat tau dan belajar lebih jauh. Ada memang dalam tim gue yang bisa debat juga dan lumayan hebat juga loh. Laksa namanya, yups yang ngajakin gue buat ikut ni lomba. Mereka berualah yang jadiujung tombak dan pelatih dalam masa waktu 2 hari sebelum kompetisi dimulai.

Latihan pun diisi dengan bagaimana caranya berdebat dalam sebuah kompetisi yang sudah pasti sangat berbeda saat kita berdebat dalam kehidupan sehari – hari, berebat dengan pacar misalnya. Itu seperti membedakan Manusia dengan Monyet. Ada bedanya tapi juga ada persamaannya, yaa walaupun dikit.

Sebenernya terlalu banyak aib dalam kompetisi ini yang juga baru gue tau setelah Astana ama Laksa jelasin gimana sebenernya debat yang terstandarisasi. Tapi lebih baik gue kagak omongin.

Kami cuman diberi waktu latihan untuk mengerjakan sekitar 8 motion yang nanti dipilih secara acak dalam pertandingan besoknya. Dan 1 motion bisa menyita waktu kurang lebih 3 jam untuk menyelesaikannya. Itu pun juga belum bisa dikatakan “selesai”. Bukan karena berbobotnya bahasan namun sebaliknya #upz. Latihan pun yang seharusnya dimulai dirumah gue pukul 7 malam harus molor dengan lama yang tidak sedikit. Dikarenakan satu-satunya anggota debat cewek, Esti harus datang terlambat. Dan gue udah lupa karena apaan. Latihan pun diisi dengan intensitas yang sedang sedang saja. Karna kalo justru terlalu serius, bahasan yang dibahas malah bakal lupa. Setidaknya kita udah tau garis besarnya, begitu titah si tuan Guru. Dan memang itu bener juga sih. Seperti halnya dengan cara belajar gue yang kalo terlalu serius justru bakal kagak merasuk diotak gue. Maklum otak pentium 3 bang (-,-“). Tapi itu semua tidak menyurutkan niatan gue untuk belajar karena gue punya teman 1 tim yang OK gilak dan gue pribadi sendiri udah mematok target untuk jadi yang terbaik, Juara 1. Karena banyak hal yang harus diselesaikan dalam bahasan topik geje dan kami hanya diberi waktu menyelesaikan dalam waktu 1 hari atau tepatnya 1 malam saja, tentu sangat tidak cukup. Latihan yang baru berakhir jam 12 tengah malam itu hanya mampu menyelesaikan 3 motion saja. Karena istirahat juga penting, maka diambillah keputusan untuk mengakhiri latihan dan diiganti dengan agenda beristirahat.

Gue pun mengantar temen temen gue untuk turun dari lantai 2 tempat kami berlatih, ke depan rumah. Mengucap salam perpisahan dan harapan semoga besok kita berhasil lolos kebabak selanjutnya. Menutup pintu. Dan langsung menggunakan waktu 6 jam untuk mengistirahatkan raga. Tuhan, semoga kerja keras ini terbayar esok.

Continue reading →
Friday, June 15

New Family

0 comments

Good Morning,

Maaf ya sahabat tulis udah lama banget kagak posting. Maklumlah, soalnya selama kurang lebh 3 minggu ini gue lagi ada proyek. Yaitu SEMESTER-AN beserta dengan segala remidinya. Puji syukur alhamdulillah, gue cuman remidi 3 mata pelajaran. Antara lain, Pkn, KIMIA ama MATEMATIKA. Dan darii ketiga mata pelajaran diatas yang paling nyebelin emang remidi pelajaran Matematika. Gimana bisa nggak?! Bayangin aja disuruh ngerjain lagi soal soal Semesteran yang berjumlah 35 beserta kesulitaanya bukan main itu sendirian. Memang sih itu menjadi tugas yang bisa diselesaikan dirumah, tapi walau bagaimanapun juga soal itu tetap terlalu sulit buat otak gue. Dan dengan sungguh sungguh bersusah payah, akhirnya gue mampu mengerjakan 10 nomer. Yap, cuman 10! Dan masi tersisa 25 soal lagi dan itu harus ditulis bagaimana cara penyelesaiannya. Ampun dah.

Bukan cuman itu aja yang menyebabkan gue kagak bisa nulis selama 3 minggu, ada juga beberapa faktor lain. Salah satunya yang paling bikin gue frustasi adalah rusaknya moniitor laptop gue. Bukan karena kecelakaan, bukan karena ketendang kaki gue atau temen guetapi karena KEPANASAN! Ternyata laptop cemen ya, kepanasan gitu aja rusak.

Dan setelah gue telisik dan tanya tanya lebih lanjut ama si tukang servisnya, faktor “umur” memang sangat mempengaruhi. Iya umur, laptop gue yang dulu sudah berumur 5 tahun para pemirsa. Lebih tua dari umur adik keponakan gue. Padahal gue ngrasa baru 3 tahun pakek tu laptop. Eh ternyata, bokap gue belinya second. Pantesan ue dari dulu pakek berasa lemot and ada yang kagak beres --,--“.

Sekitar 1 minggu gue hidup tanpa laptop. Dan setiap hari gue menjadi begitu sepi apalagi ditambah pacar gue yang jarang ada saat gue galau karna laptop gue belum juga sembuh. Dan akhir dari penantian galau gue menanti sang Lepy (nama laptop gue) menjadi sangat memilukan. Harga ganti monitor laptop itu sebesar 980.000 rupiah. Hampir satu juta. Dan menimbang karena laptop gue juga udah buruk bgt performa-nya, kami memutuskan untuk menjualnya. Namun masalah datang lagi, kagak ada yang mau nerima laptop buluk gue. Karna laptop gue emang bener bener buruk keadaanya. Banyak lumutnya, keyboardnya udah ada yang bolong, ada program rusak, dan sebagainya.

Ternyata harapan belum hilang, bokap gue akhirnya membawa laptop gue ini ke Malang.. beliau coba tanya ketemennya dan walhasil ada yang bersedia tuar tambah. Hati gue miris. Masak gue dapet laptop second lagi?? Karena rasa rindu akan membuka Windows Explorer, akhirnya gue meng-ikhlas-kannya. Sungguh berat hatiini menerima kenyataan, hidup penuh barang second.

Dan laptop babek (baru bekas) itu pun dibawa pulang oleh bokap gue. Hati bingung antara harus seneng ato sedih. Seneng karena akhirnya gue bisa maen laptop lagi. Sedih karena gue harus menerima anggota keluarga baru yang bekas lagi. Sambil berharap cemas gue coba ambil laptop yang ada ditas bokap gue dan WEW! Tidak seburuk yang gue kira. Gue buka monitornya, gue baca label pemberii informasi speck laptop gue dan ternyata cuman berisikan 1GB Memory RAM. Jumlah yang sangat sedikit buat gue yang notabene dicap sebagai gamer ulung. Gue coba nyalain tu laptop and cek berapa jumlah VGA Graphic-nya dan berisikan 256 MB. Jumlah yang sedikit lagi. Dan gue liat hardisk-nya, bernominal 160GB. Mengalami kenaikan dari laptop gue yang dulu.

Karna gue ngerasa laptop ini gak jauh beda ama laptop gue yang dulu, gue nggak berharap banyak untuk bisa maen game yang dirasa cukup “besar”. Gue pun mencoba positif thinking. Gue harus manfaatin laptop ini untuk menulis aja. Untuk game, gue sabar dulu. Dan kesabaran gue berbuah manis, secara iseng gue install game yang menjadi impian gue, Battlefield 2 di laptop gue. Berharap cemas sambil memanjatkan doa namun tidak terlalu berharap banyak pula. Game ini mulai cukup populer dilingkungan sekolah gue. Dan keajaiban pun tiba, gamenya berhasil gue puter gan!! Wah alangkah senang hati gue sampek sujud syukur saat itu juga. Dan awal mulanya gue meng-hujat laptop ini, sekarang berubah menjadi syukur. Dan tentunya gue kagak bakal lupa unuk tetap menulis di blog gue ini.

Semoga gue langgeng disini ya.. dan semoga gue juga langgeng ama laptop gue ini. Amiinn.

PS: untuk Tuhan, terima kasih kadonya. J

Continue reading →
Wednesday, May 23

Kamis yang Unexpected

0 comments

Lagi dan lagi. Sekolah dipulangkan lebih awal dikarenakan adanya keperluan guru yaitu untuk Rapat Panitia Pengawas Ujian Akhir Sekolah. Yupz benar, UKK!. Lho?! Sekarang? Kok cepet?. Memang begitulah sekolah gue. Terlihat seperti menyalahi aturan yang ditetapkan pemerintah karena lebih dahulu dalam melaksanakan UKK. Entah kenapa ini bisa terjadi, mungkin saking tenarnya sekolah gue jadi kami bisa menentukan sendiri peraturan dalam penyelenggaraan UKK. Entahlah.

Gue ditemani temen satu kelas gue yang duduk disamping gue saat nulis ini tulisan. Galau? Maybe. Wajahnya terlihat cukup suram. Hehe Piss Jv.

Sebelum acara pulang berjamaah bukan pada waktunya pulang, kerusuhan dikelas mulai terjadi. Diawali dengan adanya presentasi KIMIA yang membahas tentang BAB KOLOID. Dimana Koloid adalah sesuatu antara larutan dan suspensi. Benar teman, ini adalah sesuatu yang GALAU. Dimana sesosok larutan yang tidak konsisten tempatnya. Dia bukan di A, bukan juga di B, berada ditengah tengah. Mengambang tak tau arah. Benar benar sinetron Indonesia!#gaknyambung. Dan temen gue, yang berinisial H, udah mencak mencak dimalam sebelumnya karena tim gue belum bikin ato tepatnya meringkas materi KOLOID tadi dalam format Power Point. Apalagi Kamisnya ada ulangan FISIKA BAB Teori Kenetik Gas dimana menghitung tekanan tekanan yang ada didalam toples ato apalah kayak gitu. Dan mungkin karena itulah pelajaran Fisika dicap sebagai pelajaran geje. Karena harus ngitung apel jatuh (Newton) dan sebagainya. Tapi, walau bagaimanapun ilmu tetaplah ilmu, walau keluar dari mulut Pelacur. Jadi diterima, dipelajari, dan harus disenangi. Hikz T_T. Lanjot!

Dimana teman H gue tadi orangnya seperti harus sempurna semuanya. Perfectsionis bisa dibilang. Dimana gue capek capek belajar FISIKA dan ngantuk banget, lagi enak enak tidur, eh ditelpon jam 01.37 dini hari men! Mau gak mau gue harus bangun dulu, truss sms besok aja klo udah sekolah. Barulah dia diam, dan gue bisa lanjutin tidur. Ahh surga.

Pagi harinya, sewaktu gue anter adek gue ke sekolah, lagi lagi manusia H (maksudnya temen gue berinisial H tadi) nelpon gue lagi. And itu situasi hape gue taruh di kantong baju bagian atas. Buset dah geli bangett itu p******a gue. Mentuuoolo tak kampleng tenan! --_--“. Nggak kenal sikon banget ni orang. Dan dalam perjalanan yang tidak pendek itupun, gue menahan geli. Duhh rasanyaa…

Dan tiba disekolah, saat pelajaran KIMIA akan dimulai. Tenyata terjadi penggabungan tim. Yang mulanya timnya satu satu, sekarang menjadi 2 tim digabung menjadi satu. Dan kebetulan banget gue jadi satu tim ama temen gue yang bisa dibilang persiapannya lebih matang dari kelompok gue. Jadi, presentasi dalam bentuk Power Point tadi, gue tinggal mengikut aja. Tuhan memang Maha Penolong yak.. Tugas pertama yang gue khawatirkan, DONE!

Tugas kedua menati yaitu, ULANGAN FISIKA BAB blaa blaa.. tadi. Beruntung banget, pelajaran selanjutnya sehabis Kimia itu B. Indonesia dan gurunya asik banget! Maha Pengertian, bu Retno yang pernah gue singgung ditulisan gue sebelumnya. Yaa walaupun kadang kalo kasih tugas lumayan sulit sih. Alhamdulillah banget, beliaunya gak masuk kelas karena sebagai Bendahara Sekolah beliau bisa dibilang seorang yang lumayan penting dan sibuk. Beliau menghadiri rapat lebih dahulu. Jadi waktu kosong itu, kami satu kelas gunakan untuk belajar FISIKA tadi. Dan syukur banget, semua lancer.

Istirahat selesai dan waktunya kami menunggu Guru yang akan membawa Ulangan Fisika ini beserta menjaganya. 2 menit, belum datang juga. 5 menit, belum juga datang. Dan akhirnya callroom menyatakan bahwa guru guru yang mendapat undangan rapat, agar segera berkumpul di Perpustakaan dan Bu Dian, Guru Fisika gue itu juga mendapatkan Undangan! Ya Tuhaan, sekali lagi ulangan tertunda. Padahal udah belajar men, sampek sempat ketiduran dan akhirnya tidur beneran juga. Yaa.. Hidup memang tidak pernah kita ketahui, sahabat.

What an unexpected day.

Dan begitu juga diumumkan bahwa pelajaran berakhir pukul 12.00 siang. Dan kami pun bersorak. Dan untuk menunggu waktu pulang itulah, gue sempatin untuk cerita dan nulis tulisan ini. Semua untuk sahabat tulis! :D

Well then, thanks guys udah mau berkunjung dan baca.

Salam tulis menulis wa Salam Super!!
Continue reading →
Tuesday, May 22

Tuhan Akan Menolongku!

0 comments
Suatu hari yang suram, terdapat pemuda yang akan pergi ke suatu tempat dengan menggunakan pesawat. Pemuda itu bertujuan untuk mengadu nasib di kota yang akan dia tuju. Dengan "keyakinan" yang amat besar, dia yakin akan mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak di sana.

Sungguh disayangkan, pesawat yang dinaikinya mengalami kerusakan pada mesin dan terpaksa mendarat darurat di laut. dan dari 48 penumpang beserta awak yang ada didalamnya, hanya pemuda ini yang masih hidup.

Pemuda itu bertahan dengan berpegangan pada sisa reruntuhan pesawat yang dapat mengapung. Untungnya, dia membawa bekal makanan dan air untuk 3 hari.

Di hari pertama, datang pertolongan. Sebuah kapal nelayan mendekati pemuda itu dan menawarkan bantuan agar naik kekapal sederhana itu dan membawa ke daratan. " Mari anak muda, naiklah ke kapalku. Aku akan membawamu ke daratan", tawar sang nelayan dengan hangat. Namun, "tidak pak. Tuhan akan menolongku", jawab Pemuda itu dan terus berisi keras agar nelayan itu meninggalkannya. Dan akhirnya nelayan itu meninggalkan pemuda itu. Sendirian. Ditengah lautan yang luas.

Hari kedua, datanglah wisatawan yang menggunakan kapal pancing seperti di acara Mancing Mania di Trans 7. sama seperti nelayan, kru wisatawan memancing itu menawarkan tumpangan dan berisi keras untuk menolong pemuda itu. Namun pemuda itu masih tetap saja menolak dan berkata " Tuhan akan menolongku!". Bahkan membentak kru itu. Dengan sangat kesal, kru memancing itu meninggalkan pemuda itu kembali. Pemuda itu pun kembali sendiri lagi tengah lautan yang luas. Dan keadaan tubuhnya pun semakin lemah dari sebelumnya.

Hari ketiga, dimana bekal yang dibawa pemuda itu telah habis. Sekarang datang kapal pesiar besar dan melihat ada pemuda malang ditengah laut dalam. Kapten kapal pun menghentikan kapal dan berniat membawa pemuda itu secara paksa karena tetap saja tidak mau dibawa kembali dan tetap keras kepala bahwa Tuhan akan menolongnya. Karena diangkat secara paksa, akhirnya pemuda itu berhasil dinaikkan kekapal. Setelah kapal pesiar itu berjalan, pemuda yang berada diluar lambung kapal itu pun malah meloncat ke lautan lagi dan berteriak" Tuhan pasti akan menolongku!! Dan tinggalkan aku sendiri!!", bentaknya dari permukaan laut.

Akhirnya, karena badannya semakin lemah pemuda itu pun mati karena terlalu lama berada di lautan.
Diakhirat, pemuda itu marah kepada Tuhan. "Tuhan! Aku selalu percaya padamu. Aku selalu beribadah padamu. Kenapa saat aku terdampar dan tenggelam di laut, Engkau tidak menolongku?!". Dengan tenang dan bijaksana Tuhan menjawab, " Anak muda, bukanka aku sudah mengirimkan nelayan padamu? Tetapi engkau tolak. Bukankah aku mengirimkan para kru Pemancing itu untuk datang padamu? Namun engkau bentak. Bukankah engkau sudah dijemput kapal pesiar? Namun engkau kembali melomcat ke laut. Anak muda, apakah engkau lupa?"

Seketika, pemuda itu pun tertunduk malu. Dan tidak mampu berkata apa apa lagi.

Sahabat tulis,
Memang benar kita berdoa dan berharap, bahwa semoga apa yang paling kita inginkan dapat kita capai. Dengan berdoa, berusaha, mencari koneksi dan berharap. Namun harus kita mengerti bahwa, Tuhan itu Maha Mengetahui. Rencana kita sebagai manusia memang besar namun rencana Tuhan itu Lebih Indah. Dan sungguh tidak patut bila kita menolak apa yang sudah Tuhan bersedia berikan pada kita. Seharusnya, kita harus selalu mensyukuri apa yang Tuhan beri, walaupun berbeda dengan yang kita inginkan. Tuhan mendengar doa kita, namun memberikan yang terbaik bagi kita. itulah, mengapa ilmu manusia tidak pernah mampu melebihi ilmu Tuhan :)
Continue reading →
Saturday, May 19

TANGAN PENGGANTI (19 Mei 2012 part 2)

3 comments

Malam pun tiba. Setelah mandi dan berdandan rapi, gue siap nungguin Manggala yang mau jemput gue untuk datang ke acara Student Festival itu. Beberapa menit menunggu, akhirnya pun beliau datang juga dan sesegera mungkin kami berangkat menuju Universitas itu, waktu itu jam menunjukkan jam 18.50 dan di undangan ditulis bahwa acara akan dimulai pukul 19.00 tepat padahal perjalanan ke Universitas itu dari rumah gue sekitar 10 menit. Belum lagi nyari tempat parkir, adrenalin gue terpacu, takut kalo telat. Dan ternyata saat tiba disana pukul 19.06, belum ada tanda tanda MC memasuki panggung yang artinya jamnya molor lagi. Aduh ampuunn, nunggu lagi dah ni. Akhirnya karena adzan Isya berkumandang, kami berdua pun Shalat Isya’ dulu disamping Universitas itu.

Habis Shalat, gue melihat didalam kampus ada bazaar buku. Dan gue paling doyan kalo yang namanya berburu buku dari pada berburu ubur ubur (korban karton). Langsung aja gue ajakin Manggala buat leat leat disekitar bazaar serta sekalian masuk untuk mulai berburu. Mulanya, gue galau karna cuman bawa uang 30.000 rupiah. Dan gue baru sadar waktu gue udah nemuin 2 buku yang cocok dengan gue. Dan dibuku itu tertulis harga 20.000 dan 35.000. Mateeehhhh!!! Mahal banget gan.. sedangkan Manggala udah dapet 2 buku dengan total harga 30.000 rupiah. Gue iri.

Akhirnya pun karena udah cukup rame dibangku undangan due mutusin untuk segera ketempat para tamu undangan aja. Kami disambut dengan ramah dan dipersilakan duduk. Dan tidak lupa dikasih snack berupa kardus kecil seperti yang ada di Pernikahan pada umumnya, ini nih enaknya jadi undangan, tempat duduk strategis, nyaman, gratis, dapat makan pula, ajiibbhh!

Lalu ada kakak kakak kembar yang duduk disamping gue. Beliau dari Universitas yang mengadakan event itu sendiri. Beliau bernama Qona dan Qoni. Kami pun bercengkrama dan gue ambil kesempatan buat tanya tanya soal universitas serta jurusan jurusannya. Sekalian nambah referensi informasi juga. Manggala pun makan snack yang diberikan tadi dengan tenangnya. Kagak ngajakin pula, mungkin udah diajak tapi kagak kedengaran karna gue lagi ngobrol serius ama kakaknya untuk nyari info Univ sih. Waulahu’alam.

Dan 30 menit acara formal berlangsung, sesuatu yang sangat kagak pernah terbayang difikiran gue dan firasat gue, akhirnya terjadi! Dimana saat itu kan gue hadir sebagai berwakilan dari SMA gue. As OSIS person you know. Lhaaa.. kok ya kebetulan banget Kepala Sekolah gue berhalangan hadir. Padahal ada prosesi penyerahan Piala Juara 1 Student Festival atas sekolah gue. Dan karena beliaunya tidak bisa hadir, gue as Perwakilan dari OSIS terpaksa ditunjuk untuk maju sebagai pengganti bapak Kepala Sekolah gue. Lemes gue seketika. Langsung saja imajinasi gue melayang dimana gue harus kasih sambutan dihadapan paraRektor dan dosen Universitas yang hadir beserta dihadapan para kaum Mahasiswa yang menonton. Gue bingung setengah hidup! “Ambil gue Tuhaannn..” bisik gue dalam hati. Tetapi bayangan gue yang suram dan menakutkan tadi hilang berkat arahan dari kakak Qona yang duduk disamping gue tadi. Beliau menjelaskan kalo nanti gue cumin “menerima” piala yang akan diberikan nanti. Tidak lebih tidak kurang. So, maju kepanggung, malu dikit, dikasih piala, senyum didepan kamera fotografer, trus turun. Ya ampuunn, syukurlah kalo begitu. Gue emang paranoid klo yang beginian. Maklum, masih kurang experiences.

Pikiran awal gue yang takut banget untuk maju, menerima piala dan harus pidato tadi, berubah menjadi semangat dan rasa bangga. Soalnya, baru kali ini gue bisa jadi manusia yang “diserahi” piala yang dilihat orang banyak dan juaranya pun juara 1 dan diberi tepuk tangan. Dari gue lahir hingga SMA ini, gue emang belum pernah ngasih prestasi untuk almamater gue, apalagi yang dibidang individu. Seperti lomba lomba akademis, pidato, story telling, dan sebagainya yang menjadi mimpi gue dari kecil. Gue cumin pernah ngasih prestasi yang dimana gue menjadi anggota tim saja. Bukanlah pemimpin tim itu, yang perannya pasti lebih besar dari yang lain dan berkesempatan “memberikan piala ke sekolah” saat upacara hari senin.

Dan gue sangat sangat bahagia dimana merasakan sensasi “menerima” piala itu. Sesuatu yang menjadi mimpi gue sejak lama, saat gue cumin bisa bermimpi. Namun, saat itu gue tidak berperan sebagi “pelaku” ato “penyebab” diberikannya gelar kemenangan itu untuk sekolah. Gue hanya sebagai “perwakilan” atau “tangan pengganti” untuk menerima piala tersebut. Yaaa.. setidaknya, gue udah pernah ngrasaan rasanya menerima piala itu. Gue bersyukur.

Dan suatu hari nanti, gue masih dan masih terus berharap bahwa akan ada hari dimana seorang Dimas Mahardika Alamsyah Dien Subagyo, pelajar asal Ponorogo yang belum terlihat kemampuannya yang menonjol dalam suatu bidang ini, akan memberikan prestasi yang bukan lagi hanya sekedar “tangan pengganti” namun juga “penyebab” dari diberikannya gelar Juara itu padaku untuk almamaterku tercinta, SMA Negeri 1 Ponorogo. Tuhan Maha Melihat, Semoga Dzat yang Maha Agung itu melihat tulisan ini. Amiinn.

Continue reading →

19 Mei 2012

0 comments

19 Mei 2012

WOW!! What an unexpected night today! Pertama kalinya terima Piala diantara orang orang yang tidak muda dan gue yang jadi manusia paling muda malam itu.


Semuanya dimulai ketika Negara Api menyerang #eh.

Semuanya dimulai ketika gue mendapatkan SMS dari Sekertaris OSIS SMA gue untuk hadir dalam acara Student Festival di suatu Universitas yang tepat didepan SMA gue. Awalnya sih agak sedikit bimbang harus diterima ato kagak ini tawaran, atau lebih tepatnya ini sebuah interupsi dari pimpinan gue. Mana yang nyuruh cantik pula #eaaaa. Undangan untuk acara itu adalah pada tanggal 19 Mei, malam hari. Yupz, bisa dikatakan Malam Minggu untuk anda anda yang memiliki kekasih, tetapi sebagai seorang yang ditinggal kekasihnya berjuang untuk mendapatkan juara karena sedang lomba di daerah Jogja pada waktu itu, itu menjadi Sabtu Malam biasa yang menjadi Luar Biasa saat acara itu tiba.

Akhirnyapun gue menyetujui titah untuk hadir dalam acara tersebut. Tapi alangkah kikuknya gue nanti klo sendirian hadir, padahal gue paling sebel kalo ikutan acara tapi cumin ola olo sendiri di TKP tersebut, maka dari itulah gue mengajukan agar gue ada yang temenin, 1 orang lah. Ternyata benar, undangan itu untuk 2 orang yang Sang Bendahara pun awalnya mengajukan seorang anak klas 1, tapi gue ajuin temen gue yang cukup gue kenal biar ada temen ngoborol waktu di acara itu. Ternyata beliaunya sedang ke luar kota (biasa manusia sibuk). Dan akhirnya pilihan gue jatuh pada temen sekelas gue, Manggala (Soji). Dan segera saja Sang Bendahara, Dian (Susi) pun menyetujui. Langsung aja gue calling tu si Manggala buat gue ajak waktu Sabtu Malem itu and Alhamdulillah banget waktu Sabtu Malam itu beliaunya lagi longgar. Dan rencana pun telah tersusun rapi, siap untuk hari H.

*********

Dan hari Sabtu itu pun tiba. Diawali dengan pagi yang dimana gue baru bangun jam 9 pagi karena habis begadang maen DotA semaleman. Gue pun terhenyak dan langsung bangkit dari tempat tidur. Karena takut nyokap gue ngomel ngomel, akhirnya pun gue dengan tenag dan perlahan buat rapiin tempat tidur gue. Yaaa, sok baik gitu lahh, biar gak semakin kena semprot Sang Pemegang kuasa tertinggi dirumah itu.

Habis sarapan, mandi dan berbagi hal seperti biasa langsung aja gue berangkat ke sekolah. Dan tujuan gue kesekolah waktu itu buat nonton pagelaran seni yang ada di SMA gue. Pagelaran Seni itu yang jadi target sasarannya adalah adek adek Kelas X, dan tugas itu adalah penilaian terakhir dari mata pelajaran KESENIAN. Dimana setiap kelas harus menampilkan sebuah karya seni tari yang dibuat haru berbeda (sekali). Jadi nggak boleh 1 jenis tarian aja yang dipentaskan. Harus ada modifikasi music pengiring, tata panggung di dalem kelas, aksesoris, peralatan, dan juga kostum para penari itu sendiri juga tak lupa konsumsi satu kelas. Kenapa gue bisa tau? Karna dulu gue juga pernah jadi actor dalam pementasan itu. And itu gak perlu dibahas disini. Lain kali aja yak lo gue udah mulai kagak inget.

Tiba disana gue kagak langsung liat, seperti biasanya nyari temen dulu. Gue coba berkeliling kelas untuk lihat lihat gimana situasi dan kondisi disekolah saat itu, dan menemukan seggerombolan temen gue yang lagi maen DotA (game computer a.k.a Warcraft) dan langsung aja gue ikut nimbrung disana. Setelah cukup lama, gue pun jadi mekin penasaran ama pagelaran tari kelas X itu dan kebetulan ada temen gue, juwito yang juga pengen liat, langsung aja kita barengan dan kelas yang perform adalah kelas X.5. Dengan langkah cool kami ber.2 pun pergi ke TKP.

Dan pas banget waktu gue tiba di TKP, bebarengan dengan dimulainya pementasan dan tidak sedikit lho yang leat gan! Dari adek adek kelas sebelah (X.6 dan X.7) juga ikutan nonton, jadilah pintu masuk kelas yang hanya muat oleh 4 orang, menjadi sumber berdesakan dan dorong dorong. Akhirnya beberapa diantaranya diperbolehkan lebih masuk kedalam asalkan kagak ontok ontokan. Pis mann, piisss. Salam damai salam sejahtera. Dan pementasan pun dimulai.

Dimulai dengan petikan gitar yang melankolis dimana ada satu orang perempuan yang menari menunjukkan kecantikan, kelemah lebutan, dan keanggunannya. Lalu datanglah seorang laki laki, telanjang dada tapi bukan telanjang bulat menghampiri wanita itu. Dan menari dengan mesranya seperti pasangan Rama dan Shita. So sweet~. Lalu si perempuan itu keluar panggung dengan kaki terseret seret, keseleo kali ya. Dan yang dipanggung hanya si laki laki tidak telanjang bulat tadi. Lalu masuklah seorang perempuan yang lain lagi yang gue variabelkan “Perempuan 2” ya. Menggunakan topeng yang menutupi hanya sebagian wajahnya saja pada bagian daerah mata dan kening. Kalo dari yang gue tangkap, Si perempuan 2 ini merayu sang lelaki yang ada di panggung itu, dan alangkah bodohnya si Laki Laki itu terkena rayuannya. Ouch! (sinetron banget!). Dan meraka pun kembali menari dengan mesra dan mesra dan seemakin mesra. Dan tiba tiba, datanglah si perempuan 1 dengan berjalan dengan normal yang menandakan keseleonya telah sembuh, menghampiri si Laki Laki dan Perempuan 2 itu tadi, dan Ouch! Perselingkuhan itu terbongkar! (sinetrin bangg~). Setelah itu ada adegan tarik menarik oleh si perempuan 1 dan perempuan 2 yang bertujuan untuk menarik si Laki Laki tadi. Dan anehnya, si para perempuan itu tarikannya lepas disaat yang bersamaan dan meninggalkan si Laki laki begitu saja tanpa rasa berdosa. Gue jadi semakin bertanya tanya, ini niat ngrebutin si cowok kagak sih??! Tapi gue coba buang jauh jauh pertanyaan gue dan berharap akan dijawab dipertunjukan ini.

Si laki laki pun terjatuh, terpuruk, menangis, garuk garuk tanah, minta minta pisau dan melakukan adegan yang biasa dilakukan oleh manusia galau yang tidak pada umunya. Dan secara slow motion datanglah ke 3 temannya yang dimotori oleh Ahmad Habibi baru saja kemaren dilantik menjadi Ketua ROHIS di SMA gue. Ketua ROHIS yang biasanya anggun dan kalem, semuanya berubah ketika sang Ketua ROHIS muda ini memasuki panggung dengan gaya anak Break Dance. Wiuhh.. Langsung saja hampir seluruh penonton tertegun dan berteriak “habibiiii.. ketu Rohis og koyok ngonooo..” dan beberapa teriakan lainnya. Sungguh ketua Rohis yang membawa perubahan. Tpi kagak apa apalah, malah gokil banget pertunjukannya sampai ada yang tersungkur sungkur masuk got karena ketawa. Alangkah suramnya nasibmu nak. Niat lihat pagelaran, ketawa ampeg kejebur. Nasib manusia memang sudah ada yang mengatur. Lanjut!

Singkat cerita, pagelaran itu diakhiri oleh battle dance antara Kubu Si Perempuan 1 dengan Kubu Laki Laki tadi. Mereka saling menampilkan kebolehan dan skill mereka dalam menari. Dan ternyata skill mereka sama hebatnya. Lalu akhirnya, mereka semua saling mengakui akan kemampun lawan masing masing dan Dua Sejoli yang tadinya berantem, bermusuhan dan hamper saling menceburkan diri ke sumur terdekat, menjadi damai dan kembali menjalani kisah cinta mereka berdua. Dan pertunjukan pun berakhir.

Continue reading →