Tuesday, February 25

Liburaan ohh Liburaan

0 comments
Uurrgh sumpah!

Kangeeenn banget rasanya bisa nulis lagi disini. Blog yang sederhana ini :)

Ijinkan gue untuk minta maaf terlebih dahulu karena nongol dengan cara yang kurang epik. Karena bingung banget gue untuk menyesuaikan diri dengan keadaan dan jadwal, semuanya berasa keteteran. Dan disini, dikampung halaman gue, Ponorogo, gue pengen mencoba mencari ketenangan dan comfort zone gue untuk menyusun kembali semuanya.

Dan quality time bareng keluarga :)

Malam mini mungkin puncaknya ya. Puncak gue kangen banget sensasi nulis dan ngomong acak adul di blog ini. Just like old time. Lalu yang menstimulasi itu semua adalah malam ini gue nulis ditemani film 5cm di RCTI. Film yang ceritanya bagi gue pribadi bikin ngiri. Kenapa? Soalnya ceritanya memuat pengalaman yang pengen banget gue alami. Gak ada yang lebih bikin hepi daripada kita jalan bareng dan rekreasi kesuatu tempat yang mungkin belum pernah kita kunjungi, bareng bareng (bahasanya Jebraw) bro bro kalian.

Eh btw, Jalan Jalan Men! udah last episode lho.. Udah pada tau kan? Episode terakhirnya di Derawan. Dan gue pikir, Jebraw ama Naya akhirnya jadian. Mereka emang pasangan yang serasi :) Long last yaa

Gue juga pengen berbagi dikit nih. Liburan gue ini yang bikin kurang epik adalah gue liburan sendiri. Maksudnya, temen temen gue udah pada balik keperantauan, eh, ini gue baru aja liburan. Liburan panjang lagi. Jadi, dikota kenangan ini gue untuk sementara menghabiskan liburan dengan diri gue, keluarga, dan habit gue yang baru.

Apa itu?

Baca buku men.

Iya. Akhirnya gue punya cukup waktu untuk 100% merampungkan buku bacaan gue yang segitu banyaknya. Kemarin Minggu, gue sempat pergi sama temen gue Tiara D ke Plaza Madiun buat beli buku. 3 buku langsung gue borong. Niatnya sih mau beli buku dan kartu tarot, karena kartu tarot gue selama ini tu gue pinjem dari temen gue Estin. Nah, tu kartu diminta balik sama adek dia. Katanya dia pengen belajar tarot biar kayak Ki sapaa gitu gue lupa. Gue, yaaa manut aja. Dan sedikit kecewa. Hiks. Tapi, memorable banget dah tu kartu tarot, sama “dia”, gue udah berusaha bantu temen temen gue untuk konsultasi dan “meramal”, padahal gue gak suka disebut peramal.

Oke balik ke kebiasaan baru buat baca buku.

Buku yang gue beli dari Gramedia Plaza Madiun tu 1) BacaKilat for Student 2) Young on Top dan yang terakhir 3) Shalat 60 Tahun Tetapi Tidak Diterima. Gue pengen banget memperbaiki agama gue, jadi gue seimbangkan.

Dan, gue sampai kepada kesimpulan.

“… kalo kalian sedang liburan dan sayangnya kalian gak ada temen untuk diajak main/berlibur, itu pertanda, waktu buat kalian untuk ‘menghabiskan’ buku yang kalian punya …”

Ntar, gue mau liat bagian “tanjakan Cinta”nya 5cm. tunggu ya.

Oke fix! Gak ada yang bisa ngalahin cantiknya Pevita Pearce kalo lagi ketawa. Unyu to the max! ^^

Lanjut…

Jadi gitu.. Lah, bingung mau nulis apa. Lupa -_-

Oiya baca. Jadi, berusaha deh sebisa mungkin jangan habisin waktu liburan cuman dengan ng.game, makan, tidur, nonton b*kep, dan yang buang waktu lainnya.

Usahakan godaan dan waktu yang kita isi dengan kemalasan diseimbangkan dengan kegiatan yang bisa bikin otak kalian gak ‘beku’. Usahakan diseimbangkan dengan kegiatan positif yang lain, bisa jalan jalan, traveling, olahraga, ikutan kegiatan organisasi, baca buku, atau bahkan nulis.

Nah.

Jadi itulah saran gue kekalian semua dari pengalaman bingung gue “ trus habis ini ngapaaiin yaa.. “ yang menjadi masalah beberapa anak muda ketika dihadapkan liburan yang tidak menawarkan sesuatu yang positif.

So, make your own productive holiday ya bro bro gue seantero semesta.

Sampai jumpaa~

Continue reading →
Tuesday, February 4

RESEARCH part 2

0 comments
Di postingan sebelumnya gue secara tersirat bilang bahwa gue sangat berat sekali untuk memberikan kontribusi bantuan dalam berupa uang donasi. Dikarenakan karena gue pun juga sangat membutuhkan uang itu untuk kebutuhan gue sendiri. Dan gue rasa banyak kok yang mengalami hal yang sama. Yang menjadikannya berbeda apakah gara gara kita tidak bisa berkontibusi lewat uang, apakah sudah lenyap begitu saja??

Gue pikir jawabannya TIDAK! Jika memang benar kita belum mampu dengan peran yang besar, maka ayo kita ambil peran yang kita bisa lakukan dulu. Let’s stop just ONLY DREAMING, start ACTION and DO WHAT YOU CAN TO DO.

Jika niatnya memang ingin memberi kontribusi, kecil besar harusnya kita pasti ambil dong. Nah berarti, semua itu kembali ke niat. Yuk kita luruskan niat :)

Gue udah menuliskan semua organisasi yang sekarang ini gue ikuti tapi jujur, yang gue aktif cuman beberapa doang. Cuman FFI dan YESC. Organisasi yang lain, jujur gue mulai kagak aktif lagi. Apalagi yang FKPH dan PSM, gue mulai jarang join. Kenapa? Karena Alhamdulillah di Ponorogo temen temen FFI juga pada pulang dan kami niatan bikin projek juga. Lalu juga gue mau juga mau handle masalah kuliah yang lumayan agak ribet, remidi gue lumayan bro. So, gue mementingkan pendidikan dan keadaan didaerah gue.

Nah sedangkan untuk TurunTangannya pak Anies Baswedan ini gue dalam proses untuk ikut aktif, kemarin tanggal 1 Februari 2014 TurunTangan Jogja habis mengadakan acara Reresik Pantai di Pantai Parangtritis untuk bersih bersih pantai. Sayangnya gue gak bisa join juga, karena udah ada janji dulu sama YESC untuk dateng diacara Sharing and Motivation. Small and simple action for big change, and Inspiration :)

Di postingan sebelumnya gue udah bahas kan soal Greenpeace sekarang ini gue mau bahas tentang WWF Indonesia dan OFI (Orangutan FoundationInternational)

Orangutan Foundation International atau yang disingkat dengan OFI ini adalah foundation yang punya misi “ … to support the conservation, protection, and understanding of orangutans and their rain forest habitat while caring for ex-captive orangutan orphans as they make their way back to the forest … “

Beliau bernama Dr. Biruté Mary Galdikas, orang yang memiliki peran yang sangat penting dan vital dalam konservasi di Tanjung Puting ini. Jadi ceritanya Orangutan itu adalah hewan Endemik asli Indonesia. Maksud dari hewan Endemik itu adalah hewan itu HANYA BISA DITEMUI di Indonesia saja. Orangutan ini hanya ada di Indonesia dan bisa ditemui di Kalimantan dan Sumatra saja. (kecuali di Kebun Binatang). Jadi, Dr. Birute ini datang ke Indonesia trus ketemu sama si Orangutan ini. Melihat kondisi Orangutan yang semakin terancam habitatnya karena diratakan dan pengen dijadikan lahan perkebunan sawit, beliau tergerak hatinya untuk memperjuangakan eksistensi dari habitat serta Orangutan itu sendiri. Gue pun juga tahu dan tergerak untuk research karena habis nonton JALAN JALAN MEN! edisi Tanjung Putting barusan tadi sore. Yang muncul pertama kali malahan kesan aneh gitu. Aneh karena ada orang “asing” yang malah sebegitu pedulinya dengan Orangutan di Indonesia. Dan karena ingin mengetahui secara lebih dalam lagi juga untuk menghentikan rasa suudzon ke Dr. Birute ini gue riset sendiri siapa dia sebenarnya dan apa misinya. Dan langsung gue percaya, dia memang orang yang layak diakui akan pengabdiannya. Karena apa? Dialah satu satunya manusia didunia ini yang paling lama meneliti dan memperlajari tentang Orangutan. Gak percaya juga? Research aja deh langsung kesini.

OKE. NEXT.

WWF Indonesia ini merupakan bagian dari WWF yang udah berkelas Internasional gitu brow.. WWF ini punya tujuan utama yaitu untuk menghentikan dan memperbaiki kerusakan lingkungan yang terjadi serta membangun masa depan, dimana manusia hidup selaras dengan alam. Ada kesadaran bahwa masalah pelestarian lingkungan hidup ini nggak bisa cuman dilakukan oleh WWF Indonesia aja. Jadi kita pun juga diajak untuk menjadi bagian dari pelestarian lingkungan dengan melakukan hal hal yang bisa kita lakukan. Dan mereka ini nggak kerja asalkan kerja aja. Mereka punya prioritas pusat kerja keanekaragaman hayati yang penting yang dikenal sebagai Global 200 Ecoregions. Ada cukup banyak cara yang ditawarkan jika kita pingin banget untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam memaksimalkan kinerja WWF dalam mewujudkan cita citanya.

Antara lain : bergabung menjadi Supporter WWF Indonesia yang salah satunya adalah dengan dengan memberi donasi secara kontinu maupun satu kali saja, Corporate Partnership (mengembangkan model kemitraan yang inovatif untuk bekerjasama dengan perusahaan dalam upaya bersama menjaga, melestarikan dan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan), mengikuti lowongan pekerjaan yang ditawarkan WWF, atau bahkan dengan cara yang simple banget yaitu mengikuti tips tips yang diberikan WWF untuk membantu melestarikan lingkungan dalam kehidupan sehari hari.

Asik kan? Seru banget kan ngebayangin gimana kalo kita bener bener bisa ikut dan menjadi bagian disana. Betapa kita benar benar mampu menjadi Agent of Change untuk kelestarian lingkungan hidup kita. Bukan cuman berdampak kepada Indonesia doang lho. Tapi DUNIA! WOW!

Dengan berkampanye, kita menebar informasi dan menebar kesadaran. Kesadaran bahwa kita ini bener bener punya tanggung jawab lho. Kita, manusia, hidup didunia ini sebagai khalifah. Sebagai seseorang yang “dititipi” Dunia oleh Tuhan. Dititipi lho, bukan untuk “memiliki” Dunia. Yang artinya, barang titipan itu HARUS kita jaga dan ketika diminta HARUS dalam keadaan baik pula.

Bayangin aja, ketika kalian nitip barang ketemen kalian. Dan temen kalian ini mengiyakan berjanji untuk menjaga barang titipan kita. Kita pun percaya. Ehh ternyata setelah kita minta barangnya malah rusak semua, gimana gak emosi coba. Dan karena kita emosi, kita jadinya marah marah dan pukul pukulin barang titipan kita itu ke temen yang kita mintai tolong untuk jaga barang tadi.

Dan adegan “pukul pukulan” itu jika kita bawa ke realita sekarang, adalah bencana yang setiap hari menerjang dunia. Banjir di Jakarta adalah salah satu contoh paling dekat dengan kita. Sang Pemilik barang itu (Tuhan) marah, ketika tau barang titipannya (dunia seisinya) rusak. Sebenernya bisa aja Sang Pemilik ini “mengambil” barang itu, tapi karena masih ada orang orang yang baik, masih ada orang orang yang punya keinginan, kemampuan dan kesadaran untuk memperbaiki segalanya ini, maka Sang Pemilik pun “kasih kesempatan”.

Dan tibalah saat ini. Dimana kalian sedang membaca tulisan ini dan mungkin ada sesentil kecil didalam sana yang akhirnya sadar dan tergerak. Kalian bisa menjadi “sang penapak jembatan” dan bisa saja menjadi “penjembatan”. Pilih saja yang sesuai dengan kemampuan kita saat ini dan jangan berkecil hati.

Dan kalian bisa mulai untuk menulis, membuat sebuah blog, dan mengkampanyekannya.

Lakukan yang bisa kita lakukan, agar apa yang kita lakukan bisa menjadi “proposal” yang bisa kita tawarkan kepada Tuhan untuk melakukan hal yang besar dan berdampak lebih, dengan seizing-Nya :)

Continue reading →

RESEARCH

0 comments
Akhirnya, gue memasuki hari libur juga. Tapi, sangat disayangkan sekali karena ketika gue memasuki hari hari libur ini sahabat sahabat yang dekat dan pengen banget gue kumpul sama mereka malah harus meninggalkan Ponorogo untuk kembali keaktifitas perkuliahan mereka lagi. Hina banget sumpah.

Dan tidak perlu gue perjelas siapa yang harus disalahkan atau mungkin gue emang gak bisa menyalahkan siapa siapa.

 ***K!

*************

Mereka bilang, ketika kita berfikir positif maka hal hal yang positif akan mengahampiri kita. Maka, gue coba untuk memikirkan hal positif yang bisa gue lakukan diliburan gue ini dan mengesampingkan emosi yang meledak ledak ini.

Gue, hari ini memutuskan untuk belajar.

Bukan belajar pelajaran kuliah, bukan belajar untuk remidi (sedang gak mood ngomongin nilai. Makasih), dan pokoknya bukan belajar yang ada kaitannya sama materi sekolah dan kuliah.

I do my own research. Internet research. (GUBRAK!)

Jadi ceritanya gue lagi bingung banget. Gue bingung harus ikut ORGANISASI apaan untuk hidup gue kedepan ini. Gue mencoba mencari cari dan me-research dimanakah organisasi yang bener bener cocok untuk gue. Hingga saat ini, gue sudah ikut dan tergabung dalam organisasi berikut ini:

Ø  Forum for Indonesia Chapter Ponorogo (Ex- Public Relation --- Volunteer)
Ø  Youth English Study Club (Ex-Chief)
Ø  Gajah Manggolo (Paguyuban Tari REOG Ponorogo)
Ø  TurunTangan bareng Anies Baswedan dan Relawan seluruh Indonesia
Ø  Ikut donasi Tweet di Greenpeace Indonesia
Ø  (pengen) ikut di WWF Indonesia, menjadi Warrior WWF.

Trus gue juga pengen ikut juga di Orangutan Foundation Internasional dan masih banyak lagi yang pengen gue ikutin. Gue termasuk kategori orang yang gampang banget terpengaruh dan gampang banget buat diajakin acara begitu, yang ada kaitannya ama relawan relawan gitu dah pokoknya.

Tapi karena terlalu banyaknya organisasi dan gerakan yang pengen banget gue ikutin, gue jadi kebingungan untuk menentukan fokus dan tujuan saat ini.

Bahas dulu dari Greenpeace Indonesia, gue ketemu organisasi ini secara sangat tidak sengaja di Jogja Tronik. Ceritanya gue lagi nemenin temen gue untuk menukarkan kuponnya dengan boneka LINE disalah satu stan didalam JT. Niatan mau pulang, eh dicegah deh gue ama seorang mbak mbak dengan baju hijau bernuasa Greenpeace gitu. Dia jelasin macem macem tentang keadaan hutan di Indonesia dan dunia serta tindakan apa aja sih di Greenpeace ini. Greenpeace ini secara garis besar yang gue tangkap adalah salah satu organisasi level Internasional yang punya keinginan besar banget untuk melindungi hutan lewat kebijakan kebijakan yang berkaitan tentang hutan. Jadi, gak cuman sekedar aksi kampanye dan reboisasi tapi mereka itu lebih advance dari pada itu. Mereka menyoroti kebijakan perusahaan dan pemerintahan yang berkaitan tentang penggunaan hutan. Jadi, kalo mereka menemukan ada sesuatu yang gak beres tentang kebijakan disana yang berkaitan dengan hutan hutan gitu, mereka pasti tahu dan mereka akan “bersuara” mewakili hutan. Mereka akan melakukan tindakan advokasi tentang kebijakan itu.

Gue pun tertarik! Gue pengen banget jadi bagian dari “menolong hutan” kayak gitu. Gue pengen banget ikut organisasi/perkumpulan/gerakan yang berkaitan dengan lingkungan, hutan jadi salah satu hal yang musti diperjuangkan haknya untuk tetap ada dan “mengadakan” kehidupan. Karena hutan kan memang paru paru dunia, kalo paru paru dunia rusak, paru paru kita mau menghirup apa?

Dan cara untuk berpartisipasi di Greenpeace ini salah satunya adalah dengan donasi. Dan melihat peran gue sebagai mahasiswa yang masih bergantung hidup pada uang dari orang tua, gue mikir mikir. Dan gak mau gue gak bisa ikut berpartisipasi dalam Greenpeace ini, gue bertanya apa lagi cara agar gue bener bener berpartisipasi secara aktif disini, dan caranya dengan mengkampanyekan akan kesadaran pentingnya mencintai lingkungan. Mencintai hutan.

Jujur aja, susah dan berat banget bagi gue untuk ikut berpartisipasi dalam modal donasi.

Masalah yang sama gue alami ketika pengen join dan memberi kontribusi (walaupun dikit) di WWF Indonesia dan Orangutan Foundation Internasional (OFI).

Cara kita untuk berkontribusi diorganisasi ini yang paling simple adalah dengan ikut donasi. Dan cara ini memang paling simple untuk bikin gue bilang “aduuh”.

Gue belum punya cukup uang untuk didonasikan. Dan gue gak bisa munafik, uang adalah salah satu hal yang susah untuk “dibagi”kan diatas kepentingan kita. Ada sih memang caranya menjadi volunteer tapi harus punya setidaknya kapabilitas yang OK juga. Dan juga, biasa markasnya di Jakarta, jauhh dari Jogja apalagi Ponorogo.

Opsional pilihan yang akhirnya bisa gue lakukan adalah menyebarluaskan info atau mengkampanyekannya kepada halayak luas. Cara yang di Greenpeace tawarkan. Dan cara ini adalah cara yang paling bisa dilakukan semua orang apalagi gue sebagai mahasiswa.

Bisa lewat twitter, facebook, dan blogger, seperti yang gue lakukan saat ini. Nulis nulis nuliss.

Rasanya memang sih rada kurang greget gitu, tapii.. lebih baik lakukan yang bisa kamu lakukan aja dulu. Memang sih belum bisa bantu secara real dengan kasih donasi atau mungkin ikut sebagai volunteer aktif yang berkaitan tentang kegiatan itu, tapi kalau kita stuck dengan bingung menunggu kapan bisa kasih donasi, yaa berarti kita nunggu dengan cara yang nggak produktif. Kalau kita mau ikut berpartisipasi dulu dengan MENGKAMPANYEKAN dahulu, siapa tahu dari hasil kita kampanye itu ada orang yang tertarik dan mampu secara materiil dan fisik serta kemampuan untuk membantu dan disanalah peran kita. Kita sebagai penjembatani, antar VISI MISI yang kita cita citakan dengan orang yang tepat yang bisa mendahului kita dalam mewujudkan VISI itu.

Dan semoga ketika gantian kita yang sudah mapan materi, fisik, dan kemampuan, kita menggantikan peran “orang tadi” dan naik level dari penjembatani, sebagai penapak jembatan itu sendiri

 Bersyukur banget deh kalo kalian tertarik dengan kegiatan kayak gitu juga. Setidaknya, udah ada minat dan keinginan yang tertanam, tinggal menunggu waktu. Dan semoga saja ini menjadi pengingat gue besok.

Dimana ketika gue udah bisa nyari uang sendiri, dan kaya bergelimang harta (Amin) akan jelas kemana uang itu akan pergi. Dan akan jelas kemana, integritas yang gue bangun ini akan gue abdikan.

Katanyaa….

Gak banyak yang rela jadi relawan.

Dimana mereka tidak dibayar bukan karena mereka tidak pantas dibayar, tapi karena memang tidak ada nilai yang mampu untuk membayar mereka.
Continue reading →