Wednesday, May 23

Kamis yang Unexpected

0 comments

Lagi dan lagi. Sekolah dipulangkan lebih awal dikarenakan adanya keperluan guru yaitu untuk Rapat Panitia Pengawas Ujian Akhir Sekolah. Yupz benar, UKK!. Lho?! Sekarang? Kok cepet?. Memang begitulah sekolah gue. Terlihat seperti menyalahi aturan yang ditetapkan pemerintah karena lebih dahulu dalam melaksanakan UKK. Entah kenapa ini bisa terjadi, mungkin saking tenarnya sekolah gue jadi kami bisa menentukan sendiri peraturan dalam penyelenggaraan UKK. Entahlah.

Gue ditemani temen satu kelas gue yang duduk disamping gue saat nulis ini tulisan. Galau? Maybe. Wajahnya terlihat cukup suram. Hehe Piss Jv.

Sebelum acara pulang berjamaah bukan pada waktunya pulang, kerusuhan dikelas mulai terjadi. Diawali dengan adanya presentasi KIMIA yang membahas tentang BAB KOLOID. Dimana Koloid adalah sesuatu antara larutan dan suspensi. Benar teman, ini adalah sesuatu yang GALAU. Dimana sesosok larutan yang tidak konsisten tempatnya. Dia bukan di A, bukan juga di B, berada ditengah tengah. Mengambang tak tau arah. Benar benar sinetron Indonesia!#gaknyambung. Dan temen gue, yang berinisial H, udah mencak mencak dimalam sebelumnya karena tim gue belum bikin ato tepatnya meringkas materi KOLOID tadi dalam format Power Point. Apalagi Kamisnya ada ulangan FISIKA BAB Teori Kenetik Gas dimana menghitung tekanan tekanan yang ada didalam toples ato apalah kayak gitu. Dan mungkin karena itulah pelajaran Fisika dicap sebagai pelajaran geje. Karena harus ngitung apel jatuh (Newton) dan sebagainya. Tapi, walau bagaimanapun ilmu tetaplah ilmu, walau keluar dari mulut Pelacur. Jadi diterima, dipelajari, dan harus disenangi. Hikz T_T. Lanjot!

Dimana teman H gue tadi orangnya seperti harus sempurna semuanya. Perfectsionis bisa dibilang. Dimana gue capek capek belajar FISIKA dan ngantuk banget, lagi enak enak tidur, eh ditelpon jam 01.37 dini hari men! Mau gak mau gue harus bangun dulu, truss sms besok aja klo udah sekolah. Barulah dia diam, dan gue bisa lanjutin tidur. Ahh surga.

Pagi harinya, sewaktu gue anter adek gue ke sekolah, lagi lagi manusia H (maksudnya temen gue berinisial H tadi) nelpon gue lagi. And itu situasi hape gue taruh di kantong baju bagian atas. Buset dah geli bangett itu p******a gue. Mentuuoolo tak kampleng tenan! --_--“. Nggak kenal sikon banget ni orang. Dan dalam perjalanan yang tidak pendek itupun, gue menahan geli. Duhh rasanyaa…

Dan tiba disekolah, saat pelajaran KIMIA akan dimulai. Tenyata terjadi penggabungan tim. Yang mulanya timnya satu satu, sekarang menjadi 2 tim digabung menjadi satu. Dan kebetulan banget gue jadi satu tim ama temen gue yang bisa dibilang persiapannya lebih matang dari kelompok gue. Jadi, presentasi dalam bentuk Power Point tadi, gue tinggal mengikut aja. Tuhan memang Maha Penolong yak.. Tugas pertama yang gue khawatirkan, DONE!

Tugas kedua menati yaitu, ULANGAN FISIKA BAB blaa blaa.. tadi. Beruntung banget, pelajaran selanjutnya sehabis Kimia itu B. Indonesia dan gurunya asik banget! Maha Pengertian, bu Retno yang pernah gue singgung ditulisan gue sebelumnya. Yaa walaupun kadang kalo kasih tugas lumayan sulit sih. Alhamdulillah banget, beliaunya gak masuk kelas karena sebagai Bendahara Sekolah beliau bisa dibilang seorang yang lumayan penting dan sibuk. Beliau menghadiri rapat lebih dahulu. Jadi waktu kosong itu, kami satu kelas gunakan untuk belajar FISIKA tadi. Dan syukur banget, semua lancer.

Istirahat selesai dan waktunya kami menunggu Guru yang akan membawa Ulangan Fisika ini beserta menjaganya. 2 menit, belum datang juga. 5 menit, belum juga datang. Dan akhirnya callroom menyatakan bahwa guru guru yang mendapat undangan rapat, agar segera berkumpul di Perpustakaan dan Bu Dian, Guru Fisika gue itu juga mendapatkan Undangan! Ya Tuhaan, sekali lagi ulangan tertunda. Padahal udah belajar men, sampek sempat ketiduran dan akhirnya tidur beneran juga. Yaa.. Hidup memang tidak pernah kita ketahui, sahabat.

What an unexpected day.

Dan begitu juga diumumkan bahwa pelajaran berakhir pukul 12.00 siang. Dan kami pun bersorak. Dan untuk menunggu waktu pulang itulah, gue sempatin untuk cerita dan nulis tulisan ini. Semua untuk sahabat tulis! :D

Well then, thanks guys udah mau berkunjung dan baca.

Salam tulis menulis wa Salam Super!!
Continue reading →
Tuesday, May 22

Tuhan Akan Menolongku!

0 comments
Suatu hari yang suram, terdapat pemuda yang akan pergi ke suatu tempat dengan menggunakan pesawat. Pemuda itu bertujuan untuk mengadu nasib di kota yang akan dia tuju. Dengan "keyakinan" yang amat besar, dia yakin akan mendapatkan pekerjaan dan gaji yang layak di sana.

Sungguh disayangkan, pesawat yang dinaikinya mengalami kerusakan pada mesin dan terpaksa mendarat darurat di laut. dan dari 48 penumpang beserta awak yang ada didalamnya, hanya pemuda ini yang masih hidup.

Pemuda itu bertahan dengan berpegangan pada sisa reruntuhan pesawat yang dapat mengapung. Untungnya, dia membawa bekal makanan dan air untuk 3 hari.

Di hari pertama, datang pertolongan. Sebuah kapal nelayan mendekati pemuda itu dan menawarkan bantuan agar naik kekapal sederhana itu dan membawa ke daratan. " Mari anak muda, naiklah ke kapalku. Aku akan membawamu ke daratan", tawar sang nelayan dengan hangat. Namun, "tidak pak. Tuhan akan menolongku", jawab Pemuda itu dan terus berisi keras agar nelayan itu meninggalkannya. Dan akhirnya nelayan itu meninggalkan pemuda itu. Sendirian. Ditengah lautan yang luas.

Hari kedua, datanglah wisatawan yang menggunakan kapal pancing seperti di acara Mancing Mania di Trans 7. sama seperti nelayan, kru wisatawan memancing itu menawarkan tumpangan dan berisi keras untuk menolong pemuda itu. Namun pemuda itu masih tetap saja menolak dan berkata " Tuhan akan menolongku!". Bahkan membentak kru itu. Dengan sangat kesal, kru memancing itu meninggalkan pemuda itu kembali. Pemuda itu pun kembali sendiri lagi tengah lautan yang luas. Dan keadaan tubuhnya pun semakin lemah dari sebelumnya.

Hari ketiga, dimana bekal yang dibawa pemuda itu telah habis. Sekarang datang kapal pesiar besar dan melihat ada pemuda malang ditengah laut dalam. Kapten kapal pun menghentikan kapal dan berniat membawa pemuda itu secara paksa karena tetap saja tidak mau dibawa kembali dan tetap keras kepala bahwa Tuhan akan menolongnya. Karena diangkat secara paksa, akhirnya pemuda itu berhasil dinaikkan kekapal. Setelah kapal pesiar itu berjalan, pemuda yang berada diluar lambung kapal itu pun malah meloncat ke lautan lagi dan berteriak" Tuhan pasti akan menolongku!! Dan tinggalkan aku sendiri!!", bentaknya dari permukaan laut.

Akhirnya, karena badannya semakin lemah pemuda itu pun mati karena terlalu lama berada di lautan.
Diakhirat, pemuda itu marah kepada Tuhan. "Tuhan! Aku selalu percaya padamu. Aku selalu beribadah padamu. Kenapa saat aku terdampar dan tenggelam di laut, Engkau tidak menolongku?!". Dengan tenang dan bijaksana Tuhan menjawab, " Anak muda, bukanka aku sudah mengirimkan nelayan padamu? Tetapi engkau tolak. Bukankah aku mengirimkan para kru Pemancing itu untuk datang padamu? Namun engkau bentak. Bukankah engkau sudah dijemput kapal pesiar? Namun engkau kembali melomcat ke laut. Anak muda, apakah engkau lupa?"

Seketika, pemuda itu pun tertunduk malu. Dan tidak mampu berkata apa apa lagi.

Sahabat tulis,
Memang benar kita berdoa dan berharap, bahwa semoga apa yang paling kita inginkan dapat kita capai. Dengan berdoa, berusaha, mencari koneksi dan berharap. Namun harus kita mengerti bahwa, Tuhan itu Maha Mengetahui. Rencana kita sebagai manusia memang besar namun rencana Tuhan itu Lebih Indah. Dan sungguh tidak patut bila kita menolak apa yang sudah Tuhan bersedia berikan pada kita. Seharusnya, kita harus selalu mensyukuri apa yang Tuhan beri, walaupun berbeda dengan yang kita inginkan. Tuhan mendengar doa kita, namun memberikan yang terbaik bagi kita. itulah, mengapa ilmu manusia tidak pernah mampu melebihi ilmu Tuhan :)
Continue reading →
Saturday, May 19

TANGAN PENGGANTI (19 Mei 2012 part 2)

3 comments

Malam pun tiba. Setelah mandi dan berdandan rapi, gue siap nungguin Manggala yang mau jemput gue untuk datang ke acara Student Festival itu. Beberapa menit menunggu, akhirnya pun beliau datang juga dan sesegera mungkin kami berangkat menuju Universitas itu, waktu itu jam menunjukkan jam 18.50 dan di undangan ditulis bahwa acara akan dimulai pukul 19.00 tepat padahal perjalanan ke Universitas itu dari rumah gue sekitar 10 menit. Belum lagi nyari tempat parkir, adrenalin gue terpacu, takut kalo telat. Dan ternyata saat tiba disana pukul 19.06, belum ada tanda tanda MC memasuki panggung yang artinya jamnya molor lagi. Aduh ampuunn, nunggu lagi dah ni. Akhirnya karena adzan Isya berkumandang, kami berdua pun Shalat Isya’ dulu disamping Universitas itu.

Habis Shalat, gue melihat didalam kampus ada bazaar buku. Dan gue paling doyan kalo yang namanya berburu buku dari pada berburu ubur ubur (korban karton). Langsung aja gue ajakin Manggala buat leat leat disekitar bazaar serta sekalian masuk untuk mulai berburu. Mulanya, gue galau karna cuman bawa uang 30.000 rupiah. Dan gue baru sadar waktu gue udah nemuin 2 buku yang cocok dengan gue. Dan dibuku itu tertulis harga 20.000 dan 35.000. Mateeehhhh!!! Mahal banget gan.. sedangkan Manggala udah dapet 2 buku dengan total harga 30.000 rupiah. Gue iri.

Akhirnya pun karena udah cukup rame dibangku undangan due mutusin untuk segera ketempat para tamu undangan aja. Kami disambut dengan ramah dan dipersilakan duduk. Dan tidak lupa dikasih snack berupa kardus kecil seperti yang ada di Pernikahan pada umumnya, ini nih enaknya jadi undangan, tempat duduk strategis, nyaman, gratis, dapat makan pula, ajiibbhh!

Lalu ada kakak kakak kembar yang duduk disamping gue. Beliau dari Universitas yang mengadakan event itu sendiri. Beliau bernama Qona dan Qoni. Kami pun bercengkrama dan gue ambil kesempatan buat tanya tanya soal universitas serta jurusan jurusannya. Sekalian nambah referensi informasi juga. Manggala pun makan snack yang diberikan tadi dengan tenangnya. Kagak ngajakin pula, mungkin udah diajak tapi kagak kedengaran karna gue lagi ngobrol serius ama kakaknya untuk nyari info Univ sih. Waulahu’alam.

Dan 30 menit acara formal berlangsung, sesuatu yang sangat kagak pernah terbayang difikiran gue dan firasat gue, akhirnya terjadi! Dimana saat itu kan gue hadir sebagai berwakilan dari SMA gue. As OSIS person you know. Lhaaa.. kok ya kebetulan banget Kepala Sekolah gue berhalangan hadir. Padahal ada prosesi penyerahan Piala Juara 1 Student Festival atas sekolah gue. Dan karena beliaunya tidak bisa hadir, gue as Perwakilan dari OSIS terpaksa ditunjuk untuk maju sebagai pengganti bapak Kepala Sekolah gue. Lemes gue seketika. Langsung saja imajinasi gue melayang dimana gue harus kasih sambutan dihadapan paraRektor dan dosen Universitas yang hadir beserta dihadapan para kaum Mahasiswa yang menonton. Gue bingung setengah hidup! “Ambil gue Tuhaannn..” bisik gue dalam hati. Tetapi bayangan gue yang suram dan menakutkan tadi hilang berkat arahan dari kakak Qona yang duduk disamping gue tadi. Beliau menjelaskan kalo nanti gue cumin “menerima” piala yang akan diberikan nanti. Tidak lebih tidak kurang. So, maju kepanggung, malu dikit, dikasih piala, senyum didepan kamera fotografer, trus turun. Ya ampuunn, syukurlah kalo begitu. Gue emang paranoid klo yang beginian. Maklum, masih kurang experiences.

Pikiran awal gue yang takut banget untuk maju, menerima piala dan harus pidato tadi, berubah menjadi semangat dan rasa bangga. Soalnya, baru kali ini gue bisa jadi manusia yang “diserahi” piala yang dilihat orang banyak dan juaranya pun juara 1 dan diberi tepuk tangan. Dari gue lahir hingga SMA ini, gue emang belum pernah ngasih prestasi untuk almamater gue, apalagi yang dibidang individu. Seperti lomba lomba akademis, pidato, story telling, dan sebagainya yang menjadi mimpi gue dari kecil. Gue cumin pernah ngasih prestasi yang dimana gue menjadi anggota tim saja. Bukanlah pemimpin tim itu, yang perannya pasti lebih besar dari yang lain dan berkesempatan “memberikan piala ke sekolah” saat upacara hari senin.

Dan gue sangat sangat bahagia dimana merasakan sensasi “menerima” piala itu. Sesuatu yang menjadi mimpi gue sejak lama, saat gue cumin bisa bermimpi. Namun, saat itu gue tidak berperan sebagi “pelaku” ato “penyebab” diberikannya gelar kemenangan itu untuk sekolah. Gue hanya sebagai “perwakilan” atau “tangan pengganti” untuk menerima piala tersebut. Yaaa.. setidaknya, gue udah pernah ngrasaan rasanya menerima piala itu. Gue bersyukur.

Dan suatu hari nanti, gue masih dan masih terus berharap bahwa akan ada hari dimana seorang Dimas Mahardika Alamsyah Dien Subagyo, pelajar asal Ponorogo yang belum terlihat kemampuannya yang menonjol dalam suatu bidang ini, akan memberikan prestasi yang bukan lagi hanya sekedar “tangan pengganti” namun juga “penyebab” dari diberikannya gelar Juara itu padaku untuk almamaterku tercinta, SMA Negeri 1 Ponorogo. Tuhan Maha Melihat, Semoga Dzat yang Maha Agung itu melihat tulisan ini. Amiinn.

Continue reading →

19 Mei 2012

0 comments

19 Mei 2012

WOW!! What an unexpected night today! Pertama kalinya terima Piala diantara orang orang yang tidak muda dan gue yang jadi manusia paling muda malam itu.


Semuanya dimulai ketika Negara Api menyerang #eh.

Semuanya dimulai ketika gue mendapatkan SMS dari Sekertaris OSIS SMA gue untuk hadir dalam acara Student Festival di suatu Universitas yang tepat didepan SMA gue. Awalnya sih agak sedikit bimbang harus diterima ato kagak ini tawaran, atau lebih tepatnya ini sebuah interupsi dari pimpinan gue. Mana yang nyuruh cantik pula #eaaaa. Undangan untuk acara itu adalah pada tanggal 19 Mei, malam hari. Yupz, bisa dikatakan Malam Minggu untuk anda anda yang memiliki kekasih, tetapi sebagai seorang yang ditinggal kekasihnya berjuang untuk mendapatkan juara karena sedang lomba di daerah Jogja pada waktu itu, itu menjadi Sabtu Malam biasa yang menjadi Luar Biasa saat acara itu tiba.

Akhirnyapun gue menyetujui titah untuk hadir dalam acara tersebut. Tapi alangkah kikuknya gue nanti klo sendirian hadir, padahal gue paling sebel kalo ikutan acara tapi cumin ola olo sendiri di TKP tersebut, maka dari itulah gue mengajukan agar gue ada yang temenin, 1 orang lah. Ternyata benar, undangan itu untuk 2 orang yang Sang Bendahara pun awalnya mengajukan seorang anak klas 1, tapi gue ajuin temen gue yang cukup gue kenal biar ada temen ngoborol waktu di acara itu. Ternyata beliaunya sedang ke luar kota (biasa manusia sibuk). Dan akhirnya pilihan gue jatuh pada temen sekelas gue, Manggala (Soji). Dan segera saja Sang Bendahara, Dian (Susi) pun menyetujui. Langsung aja gue calling tu si Manggala buat gue ajak waktu Sabtu Malem itu and Alhamdulillah banget waktu Sabtu Malam itu beliaunya lagi longgar. Dan rencana pun telah tersusun rapi, siap untuk hari H.

*********

Dan hari Sabtu itu pun tiba. Diawali dengan pagi yang dimana gue baru bangun jam 9 pagi karena habis begadang maen DotA semaleman. Gue pun terhenyak dan langsung bangkit dari tempat tidur. Karena takut nyokap gue ngomel ngomel, akhirnya pun gue dengan tenag dan perlahan buat rapiin tempat tidur gue. Yaaa, sok baik gitu lahh, biar gak semakin kena semprot Sang Pemegang kuasa tertinggi dirumah itu.

Habis sarapan, mandi dan berbagi hal seperti biasa langsung aja gue berangkat ke sekolah. Dan tujuan gue kesekolah waktu itu buat nonton pagelaran seni yang ada di SMA gue. Pagelaran Seni itu yang jadi target sasarannya adalah adek adek Kelas X, dan tugas itu adalah penilaian terakhir dari mata pelajaran KESENIAN. Dimana setiap kelas harus menampilkan sebuah karya seni tari yang dibuat haru berbeda (sekali). Jadi nggak boleh 1 jenis tarian aja yang dipentaskan. Harus ada modifikasi music pengiring, tata panggung di dalem kelas, aksesoris, peralatan, dan juga kostum para penari itu sendiri juga tak lupa konsumsi satu kelas. Kenapa gue bisa tau? Karna dulu gue juga pernah jadi actor dalam pementasan itu. And itu gak perlu dibahas disini. Lain kali aja yak lo gue udah mulai kagak inget.

Tiba disana gue kagak langsung liat, seperti biasanya nyari temen dulu. Gue coba berkeliling kelas untuk lihat lihat gimana situasi dan kondisi disekolah saat itu, dan menemukan seggerombolan temen gue yang lagi maen DotA (game computer a.k.a Warcraft) dan langsung aja gue ikut nimbrung disana. Setelah cukup lama, gue pun jadi mekin penasaran ama pagelaran tari kelas X itu dan kebetulan ada temen gue, juwito yang juga pengen liat, langsung aja kita barengan dan kelas yang perform adalah kelas X.5. Dengan langkah cool kami ber.2 pun pergi ke TKP.

Dan pas banget waktu gue tiba di TKP, bebarengan dengan dimulainya pementasan dan tidak sedikit lho yang leat gan! Dari adek adek kelas sebelah (X.6 dan X.7) juga ikutan nonton, jadilah pintu masuk kelas yang hanya muat oleh 4 orang, menjadi sumber berdesakan dan dorong dorong. Akhirnya beberapa diantaranya diperbolehkan lebih masuk kedalam asalkan kagak ontok ontokan. Pis mann, piisss. Salam damai salam sejahtera. Dan pementasan pun dimulai.

Dimulai dengan petikan gitar yang melankolis dimana ada satu orang perempuan yang menari menunjukkan kecantikan, kelemah lebutan, dan keanggunannya. Lalu datanglah seorang laki laki, telanjang dada tapi bukan telanjang bulat menghampiri wanita itu. Dan menari dengan mesranya seperti pasangan Rama dan Shita. So sweet~. Lalu si perempuan itu keluar panggung dengan kaki terseret seret, keseleo kali ya. Dan yang dipanggung hanya si laki laki tidak telanjang bulat tadi. Lalu masuklah seorang perempuan yang lain lagi yang gue variabelkan “Perempuan 2” ya. Menggunakan topeng yang menutupi hanya sebagian wajahnya saja pada bagian daerah mata dan kening. Kalo dari yang gue tangkap, Si perempuan 2 ini merayu sang lelaki yang ada di panggung itu, dan alangkah bodohnya si Laki Laki itu terkena rayuannya. Ouch! (sinetron banget!). Dan meraka pun kembali menari dengan mesra dan mesra dan seemakin mesra. Dan tiba tiba, datanglah si perempuan 1 dengan berjalan dengan normal yang menandakan keseleonya telah sembuh, menghampiri si Laki Laki dan Perempuan 2 itu tadi, dan Ouch! Perselingkuhan itu terbongkar! (sinetrin bangg~). Setelah itu ada adegan tarik menarik oleh si perempuan 1 dan perempuan 2 yang bertujuan untuk menarik si Laki Laki tadi. Dan anehnya, si para perempuan itu tarikannya lepas disaat yang bersamaan dan meninggalkan si Laki laki begitu saja tanpa rasa berdosa. Gue jadi semakin bertanya tanya, ini niat ngrebutin si cowok kagak sih??! Tapi gue coba buang jauh jauh pertanyaan gue dan berharap akan dijawab dipertunjukan ini.

Si laki laki pun terjatuh, terpuruk, menangis, garuk garuk tanah, minta minta pisau dan melakukan adegan yang biasa dilakukan oleh manusia galau yang tidak pada umunya. Dan secara slow motion datanglah ke 3 temannya yang dimotori oleh Ahmad Habibi baru saja kemaren dilantik menjadi Ketua ROHIS di SMA gue. Ketua ROHIS yang biasanya anggun dan kalem, semuanya berubah ketika sang Ketua ROHIS muda ini memasuki panggung dengan gaya anak Break Dance. Wiuhh.. Langsung saja hampir seluruh penonton tertegun dan berteriak “habibiiii.. ketu Rohis og koyok ngonooo..” dan beberapa teriakan lainnya. Sungguh ketua Rohis yang membawa perubahan. Tpi kagak apa apalah, malah gokil banget pertunjukannya sampai ada yang tersungkur sungkur masuk got karena ketawa. Alangkah suramnya nasibmu nak. Niat lihat pagelaran, ketawa ampeg kejebur. Nasib manusia memang sudah ada yang mengatur. Lanjut!

Singkat cerita, pagelaran itu diakhiri oleh battle dance antara Kubu Si Perempuan 1 dengan Kubu Laki Laki tadi. Mereka saling menampilkan kebolehan dan skill mereka dalam menari. Dan ternyata skill mereka sama hebatnya. Lalu akhirnya, mereka semua saling mengakui akan kemampun lawan masing masing dan Dua Sejoli yang tadinya berantem, bermusuhan dan hamper saling menceburkan diri ke sumur terdekat, menjadi damai dan kembali menjalani kisah cinta mereka berdua. Dan pertunjukan pun berakhir.

Continue reading →
Saturday, May 12

Resensi novel Raditya Dika

0 comments

Tugas untuk menulis resensi gue tutup sebentar karena bingung lupa ama isi bukunya. Iya, tugas resensi bahasa Indonesia yang diberikan oleh Ibunda Guru Bahasa Indonesia, Bu retno (yang pernah gue singgung di posting sebelumnya) untuk meresensi maximal 1 buah buku novel dan harus dikumpulkan dalam bentuk softcopy selambat lambatnya tanggal 30 Mei besok. Tapi gak tau juga ya kalo temen temen gue pada pinter nawar untuk dikumpulin tahun depan (yassalam).

Dan karena gue gak begitu suka buat baca novel yang tebelnya hamper sama kayak Al- Quran, gue pun memilih novel yang sekira gue paling asik dan popular alias lagi ng.top ng.topnya di Indonesia dan akhirat, dan pilihan gue jatuh padaaa…… MANUSIA SETENGAH SALMON by RADITYA DIKA. Jujur, tu novel terbaik yang pernah gue baca (padahal gue baru kali itu baca novel). Novel yang bisa lebih tepat disebut kumpulan cerita lucu nan kocaknya Raditya Dika yang diberi bumbu bumbu galau dibeberapa babnya menjadikan gue terpikat untuk membacanya dan meresensianya secara lebih mendalam.

Dan dari 1 buku itulah gue jadi tertarik untuk baca novel Raditya Dika yang lain seperti Kambing Jantan, Babi Ngesot, dsb yang belum pernah gue baca.

Buat temen temen nulis yang galau and pengen kill yourself, baca deh novelnya Radit dan gue jamin temen temen tulis semua pasti lebih pengen segera bunuh diri (hloh!). Maksud gue, pasti ngakak abis dan bisa perut temen temen six pack karena baca tu novel yang absurd banget.

Sekian info dari gue,

Salam Menulis dan Menulis temen temen,!!

Continue reading →
Monday, May 7

Beringasnya Manusia Pada Makanan Gratis

0 comments

8 Mei 2012

Syukur Alhamdulillah sekolah pagi ini diawali dengan sambutan hangatnya matahari dan damainya angin yang lembut membelai wajah polos ini. Walaupun dating lumayan telat dan setengah tergopoh gopoh ke kelas, ternyata disambut lengangnya suasana kelas. Syukurlah, itu pertanda bahwa gue lolos dari ribetnya harus ngurus surat ijin ke BK untuk ikut pelajaran pertama.

Bel masuk berbunyi, waktunya menyantap pelajaran pertama Bahasa Indonesia. Dan sungguh tidak aneh bahwa harus diawali (lagi) dengan jam ¾ kosong. Lumayan lah, waktu kosong dimana guru yang belum dating gue ama temen temen gunakan untuk ngerjain tugas Pendidikan Kewarganegaraan BAB Evaluasi yang terdiri dari soal soal yang memaksa kita harus browsing dengan internet ato harus mengarang secara logis dan WOW! Lumayan menggairahkan. Akhirnya Ibunda Retno (guru Bahasa Indonesia) pun memasuki area pengajaran yang siswa yang diajarnya lumayan ndableg alias membandel seperti noda minyak pada pakaian walaupun gak se-Lebay itu sih..

1 paragraf, 2 paragraf Ibunda Retno mengajarkan dan menerangkan secara santai bagaimana memberikan judul yang menarik pada sebuah karangan tulis apapun agar tentunya dapat menarik para pembaca, dan tadi lebih khusus membahas pembentukan judul buku. Dan secara ilmiah naluri gue bersekelebat lewat berfikir, pasti kayak Manusia Setengah Salmon-nya Raditya Dika dan memang begitu adanya kan.. judul novel atau lebih bisa disebut kumpulan cerita unik sang Radiya Dika yang telah membius semua pembaca novelnya untuk ngekek bersama karena konyolnya cerita beserta yang nulis juga sama konyolnya. Well, kembali ke laptop! (logat mas Tukul).

Setelah pembelajaran Bahasa Indonesia berakhir, barulah dimulai dimana keberingasan siswa siswa SMA yang terkenal lagi Galau Maksimal mikir ini itu JIKA mendengar “cahhh.. aku nduwe jajan sopo geleemm??” (temen temen, gue punya jajan siapa mau??). Langsung seketika itu juga gemuruh membahana, lantai bergoyang hebat, suara suara gaduh memecahkan jendela dan membuat matahari di kota Ponorogo setempat jatuh, dan.. Gue terbangun. (4L4Y).

Langsung aja temen temen gue yang lagi lapar itu langsung menyerbu orang yang salah tempat untuk berbuat baik itu. Karena saking beringasnya sampai sampai baju sang relawan yang niatnya baik tetapi ditempat yang salah itu dimakan sekalian ama temen temen gue. Udah gila kali yaa.. =,=”. Dan akhirnya manusia malang itu dibawa ke Dukun Beranak setempat agar dideteksi apakah dia terkena AIDS ato tidak. Dan karena Dukunnya tidak berada ditempat, manusia malang itu diletakkan begitu saja ditengah jalan. Sungguh ironi.

Jujur, gue nulis ini aja waktu peristiwa mengenaskan itu telah berlangsung, dan gue takut apa nanti gue dijalan pulang bakal ditebengi oleh arwah penasaran temen gue yang malang tadi. Semoga tidak. Semoga itu hanya khayalan belaka. Aminn..

Begitulah cerita norak gue yang saat gue nulis ini, kok ya ada yang nanya, “heleh wi sumpah dim? Sopo sing mati??”. Tragis dah ni orang +,+’’. Emang temen temen gue kagak ada yang normal, abnormal semua. Bahkan orang normal disini dianggap tidak normal, dunia memang sudah terbalik.

Sudah cukup cerita spam gue ini.

Tetap Tulis Menulis guys,.. Om swasti Astu J

Continue reading →
Thursday, May 3

What is this?! This is a puppy

0 comments

4 Mei 2012

Ulangan B. Inggris baru saja terlewati. Dan berjalan dengan mulus abess.. dan sekarang waktunya gue buat nganggur saat istirahat tiba. Ya, tidak banyak yang bisa dilakukan manusia biasa yang kantong lumayan kering ini lakukan ketika istirahat. Cuman didalem kelas, buka hape leat sms, ditaroh, buka lagi, taroh lagi hingga temen gue tanya, " dim, kamu M ya?". emang apa hubungannya galau ama lagi M, wah ngaco ni temen gue.

Dan akhirnya waktu masuk tiba, gue masih dipojokan dimana tempat gue nulis ini tulisan. Gue pun lagi bingung bakal nulis apaan, penting nulis ajallah.

dan akhirnya inspirasi itu tiba, dimana yang gue teringat Ulangan B. Inggris gue barusan yang bikin gue senyum tersipu and molet kayak habis keluar dari kamar mandi.

Bayangin aja, ni Ulangan temanya tentang Spoof dimana, spoof is a text that have an unpredictable ending, and usually it's funny ( adalah teks yang memiliki ending yang tidak terduga, dan biasanya teks ini lucu)

Lembar ulangan pun dibagi. ada 2 Bab. Bab yang pertama kita diminta untuk menjelaskan apa maksud dari teks spoof tadi. Berjumlah 2 soal dan setiap soal bernilai 10 poin (wow). Untuk bab yang kedua, ada sebuah teks spoof dan diharuskan menjawab soal soal yang ada dibawahnya. lhaa, spoof ini lumayan "jorok" buat gue dimana di teks itu diceritakan bahwa:

ada seorang guru TK yang saat itu adalah akhir tahun dan semua murid memberikan hadiah berupa kado pada guru tsb. Murid pertama yang memberikan kado adalah anak dari Penjual Bunga, si guru pun menduga bahwa hadiah yang anaka itu berikan adalah bungan, dan jawabannya TEPAT SEKALI! Lalu ada anak kedua datang, dia adalah anak dari Penjual Permen dan si Guru itu pun menduga hadiahnya pasti Coklat permen manis dan kembali jawabannya TEPAT SEKALI!

nah konflik pun dimulai, ada seorang murid anak dari Penjual Minuman Beralkhohol yang juga memberikan hadiah berupa kado. Namun kado itu terlihat basah, dan si Guru pun menduga bahwa isinya adalah wine (anggur yang difermentasikan) atau champegne (gue gak tau). Karena penasaran dengan basahnya kado itu, si Guru pun mendulit satu jari, lalu dijilat pelan pelan. "Wine kan?", tanya guru. " bukan bu..", jawan si murid sambil nyengir. lalu Guru pun mendulit 1 kali lagi. " champagne kah?", tanya sang Guru sambil mengeryitak dahi. "bukann..", jawab si anak pelan. " OK dah, aq nyerah, apaan sih isinya??". "anak anjing bu Guru", jawab si anak sambil nyengir selebar daun kelor. Tamat.

dalam hati, "Gilak, muntah ditempat lah klo gue jadi si guru". bayangin aja, gimana coba kencing anjing coba coba, ampek 3 kali pula. Seorang Dimas Mahardika yang tekenal lebay pun bergelinjangan di tempatnya mengenjakan tugas UH B. Inggris itu. Untungnya tidak ada siswa lain yang melihat perilaku anehnya, syukurlah.

Pesan moral yang saya terima dari teks diatas adalah jangan sok tahu ato biasa disebut kepo ato apalah itu. Memang benar masih berlaku bahwa “malu bertanya, bakal sesat dijalan”. Semoga kita dapat mengambil hikmah terselubungnya ya.. amiinn ..

Continue reading →

3 Mei 2012

0 comments

3 Mei 2012

Menulis itu diawali dari membaca, sama dengan bicara yang diawali dengan mendengar. Lamaa banget udah “mati” dari dunia menulis lagi. Dan gue pun bangkit dari “kematian” itu untuk menulis berkat novelnya Raditya Dika yang Manusia Setengah Salmon dan itu termasuk pertama kalinya gue baca novel setelah 5 tahun terakhir. Udah ada sekitar 1 semester lebih gue kagak nulis lagi. Something feels so weird sewaktu gue mencoba nulis ini, ada yang aneh, ada yang ngganjel, seperti sangat sulit untuk membuat suatu langkah besar untuk move on. And gara gara novelnya Bang Radit yang barusan selesai gue baca, gue jadi pengen banget nulis lagi and jadi kayak dia. Syukur syukur bias melebihin, cuz balapan GP aja belum bias nyalip lawannya kalo belum sejajar ama lawannya kan?

Dan kalo bukan karena tugas B. Indonesia yang suruh meresensi novel gak bakal gue baca novel disaat yang segmenting ini dimana besok ada UH B. Inggris ama Pendidikan Agama. Dan gue pun juga gak tahu ada dorongan apa gue jadi pengen nulis ini disini dan saat ini. Mungkin tulisan dari Bang Radit yang bikin gue kembali tertarik or interest lagi buat nulis walaupuun gue masih sangat ngambang banget pengen nulis apaan.

Dan ngomong ngomong soal nulis, gue jadi keinget soal mimpi gue yaitu “bakal dalam 1 minggu, bikin minimal 2 tulisan buat di update di blog” gue ini. Dan seperti yang dirasakan sekarang, 1 semester sudah akan lewat dan waktu menulisku sudah kian terkikis dan direbut oleh waktu gue buat ikut ikut kegiatan yang sebenernya seru banget and pengen banget gue share disini. Dan semoga, rasa gundah yang bangun dan memaksa gue untuk nulis saat ini bisa bertahan hingga esok esok, karna Bokap gue pengen banget gue besok tu punya “karya” dan salah satunya dengan nulis di blog.

Sesi tulisan ini mungkin adalah sesi tulisan galau dimana gue masih dalam proses pencarian jati diri AKANKAH!?! Gue bakal terus menjejaki dunia tulis menulis, mengingat impian gue yang besar dan setiap orang besar pasti memiliki karya yang sejenis dengan karya berupa tulisan ato sesuatu yang tertulis. Contohnya Raditya Dika sendiri yang menjadi sumber inspirasi gue, Om Dahlan Iskan yang digandrungi temen gue sesame angkatan SMA kelas 2 ini, J. K. Rowling dengan Harry Potter nya yang menjadikan dia salah satu penulis terkaya didunia, dan juga para penemu dan peneliti peneliti didunia ini. Terkadang gue pun bingung dan galau, “mau jadi apa gue besok?”. Klo dari mata dan sudut pandang gue, para penulis yang udah punya “nama” dan job tetap trus ada orang yang pinter and smart banget – masuk kuliah – and kerja diperusahaan, mereka adalah orang yang menurut gue udah gak begitu khawatir tentang masa depan mereka karena mereka udah punya “sesuatu” yang bisa membuat mereka mandiri ato bisa penuhin kebutuhan mereka sendiri tanpa nyusahin orang tua. Walaupun gue gak tahu apakah mereka juga kadang diburu oleh deadline yang bisa mengancam masa depan mereka sendiri dan berasa seolah dalam “penjara” tuntutan.

Gue yang masih SMA melihat hidup “mereka” itu sangat berat dan jujur, gue merasa belum siap! Terngiang dan terbayang dimana besok nati gue bakal bingung ngurusi UN, SNMPTN, UAS, dan laen laen yang bakal bikin gue “gak tenang”. Gue takut. Entah apa yang gue takutin pin hue kadang gak mengerti. Satu hal yang gue tahu akan ketakutan gue, gue takut gue gak bisa survive seperti mereka yang sudah memegang “kunci”nya hidup.

Sumpah tulisan gue ini ngelantur bangett dan gak jelas banget muaranya. Maklum ya soalnya baru “bangun” and lumayan galau karna belum belajar ni. Gue berharap banget perasaan galau gue buat bangkit ini gak hilang begitu aja, gak lenyap begitu aja yang bikin gue menurunkan standart gue yang tinggi padahal impian tinggi gue buat dapetin Penghargaan Nobel Perdamaian. Ya, tinggi banget emang yang kadang bikin gue pesimis. Tepi saat ini juga gue inget pesan and nasehat, “ lakukanlah hal kecil, yang sederhana yang tekun engkau kerjakan yang mendekati apa yang paling engkau cita citakan. Karena, berjalan pelan kearah tujuan itu lebih baik dari pada tidak sama sekali”

Continue reading →