Wednesday, February 17

MEMAHAMI CARA KERJA PIKIRAN

3 comments
Sigmun Freud dan banyak ahli psikologi lain menyatakan bahwa pikiran manusia terdiri dari pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar dan bawah sadar berkomunikasi satu dengan yang lain. Namun, pikiran bawah sadar sering tidak sejalan/ berbeda dengan pikiran sadar. Kadang-kadang, pikiran bawah sadar sudah memiliki "program" sendiri, emosi, kebiasaan, dan kepercayaan yang sudah tertanam sebelumnya.

Ternyata, 88 % pikiran bawah sadar memengaruhi sikap dan perilaku manusia dibanding pikiran sadarnya.

Seperti komputer, sebenarnya pikiran manusia terdiri dari program program yang "di-install" ke dalamnya. Pemprograman itu dimulai saat seseorang masih kanak-kanak. Pengasuhan orang tua dan perlakuan orang yang lebih dewasa di sekitarnya biasanya midah di-install. Pertanyaannya adalah, program seperti saja yang dimasukkan: positif atau negatif? Para ahli psikologi pada umumnya sepakat bahwa masa kanak-kanak, khususnya lima tahun pertama, cukup berpengaruh dalam kehidupan seseorang di masa-masa berikutnya. Oleh karena itu, bisa ditebak bagaimana pengaruh dari program positif atau negatif yang sudah ter-install dalam pikiran.

Menariknya, program program tersebut sama seperti komputer bisa diganti atau diubah dengan program baru. Salah satunya dalah mengakses pikiran bawah sadar dengan hipnosis/hipnotis. Oleh sebab itu, hipnosis bisa digunakan untuk terapi, yaitu memprogram ulang pikiran dengan cara mengganti program negatif dengan program positif.


Sumber: The Real Art of Hypnosis
Continue reading →
Saturday, February 13

HIPNOSIS=ALAMIAH Part 2

0 comments
Hello guyss...

baik baik kann kabarnya??
Ayo kita Lanjut..^-^

Ini adalah berbagai uraian gelombang otak disertai ddengan aktivitas yang terkait.

1. Betha (14-25 Hz): Normal
Gelombang otak Beta dominan terjadi jika seseorang sedang melakukan aktivitas. Atesi, kewaspadaan, kesigapan, pemahaman, kondisi yang lebih tinggi diasosiasikan kecemasan dan ketiaknyamanan

2. Alpha (8-13Hz): Meditatif
Gelombang otak Alpha dominan terjadi pada seseorang yang juga melakukan aktivitas. Relaksasi, pembelajaran super, fokus relaks, kondisi trance ringan, peningkatan produksi serotonin, kondisi pra-tidur, meditasi , dan awal mengakses pikiran bawah sadar ( unconcious).

3.
Theta (4-7Hz): Meditatif
Gelombang aktivitas Theta terjadi pada saat melakuukan aktivitas. Tidur bermimpi(tidur REM/ Rapid Eye Movement), peningkatan produksi catecholamines (sangat vital untuk pembelajaran dan ingatan), peningkatan kreativitas, pengalaman emosional, potensi terjadinya perubahan sikap, peningkatan pengingatan materi yang dipelajari, hypnogogic imagery, meditasi mendalam, lebih dalam mengakses pikiran bawah sadar(unconscious)

4
Delta ( 0,5-3 Hz): Tidur Lelap
Gelombang otak Delta dominan terjadi pada seseorang yang melkukan aktivitas. Tidur tanpa mimpi, pelepasan hormon pertumbuhan, kondisi non-fisik, hilang kesadaran pada sensasi fisik, akses ke pikiran bawah sadar (unconscious), dan memberikan sensasi yang sangat mendalam ketika diinduksi dengan holosinc.

Itulah uraian gelombang otak disertai dengan aktivitas yang terkait.
Thanks for your attention.. ^_^


Sumber: The Real Art of Hypnosis
Continue reading →

HIPNOSIS=ILMIAH

0 comments
Hipnosis adalah suatu kondisi pikiran saat fungsi analisis logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan indivis=du ke alam bawah sadar(sub-conscious/unconcious). Dalam keadaan itu, tersimpan beragam potensial internal yang dapat dimanfaatkan lebih meningkatkan untuk kualitas hidup. Individu yang berada pada kondisi hypnotic atau "hypnotic trance" lebih terbuka terhadap sugesti dan dapat dinetralkan dari rasa takut yang berlebihan(phobia), trauma, atau rasa sakit. Individu yang mengalami hipnosis masih dapat menyadari dengan apa yang terjadi di sekitarnya dan juga berbagai stimulus yang diberkan oleh theraphist.

Saat ini, terapi hhipnosis (hypnotherapy) merupakan fenomena ilmiah. Namun, masih belum terdapat definisi yang jelas, bagaimana sebenarnya mekanisme kerja hypnotherapy. Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa hypnotherapi menstimulasikan otak untuk melepaskan neurotransmiter, zat kimia yang terdapat dalam otak. Zat itu adalah encephalin dan endhorphin yang berfungsi untuk meningkatkan mood sehingga dapat mengubah penerimaan indivudu terhadap rasa sakit atau gejala fisik lainnya.

Sementara itu, menurut Profesor John Gruzelier, seorang pakar psikologi di Caring Cross Medical School, London, hipnosis berguna untuk menghipnosis otak. Hal itu dilakukan dengan cara memprovokasikan otak kiri untuk non-aktif dan memberikan kesempatan kepada otak kanan untuk mengambil alih kontrol otak secra keseluruhan. Hal itu dilakukan dengan cara memfokuskan pada suatu hal secara monoton. Dapat dilakukan dengan suara intonasi datar (seolah - olah tidak ada hal penting yang perlu untuk diperhatikan).

Secara umum, mekanisme kerja hypnotherapy sangat terkait dengan aktivitas otak manusia. Aktivitas ini sangat beragam pada setiap kondisis yang diindikasikan melaui gelombang otak yang dapat diukur menggunkan alat EEG( Electro Encephalo Graphs) yang akan saya uraikan pada postinan berikutnya. C U ^_^


Sumber: The Real Art of Hypnosis
Continue reading →