Sunday, December 20

Hipnosis Barat

0 comments
Hipnosis Barat lebih menekankan teknik verbal yang sugestif, sedangkan Hipnosis Timur menekankan pada energi batin melalui tatapan mata (visual), gelombang suara (verbal), dan non-verbal (sikap tubuh, tangan kaki sebagai representasi mental tubuh)

Hmmm... Setelah hipnosis Timur, sekarang kita ke hipnosis barat yukz.,

Dalam Hipnosis Barat, mengenal berbagai macam teknik induksi, seperti fiksasi mata, relaksasi, membingungkan pikiran, menyesatkan pikiran dan lain lain.
Dinamika dan mekanisme dalam Hipnosis Barat dalam menginduksi korbannya adalah dengan menurunkan gelombang otaknya dari betha menuju kealpha-theta. Dari Hipnosis Barat juga, kita mengetahui dan memahami kalau gelombang otak alpha-theta merupakan kondisi paling sugestif bagi seseorang untuk dihipnotis (dipengaruhi).
Dalam praktiknya, Hipnosis Barat lebih menekankan pada teknik verbal untuk menginduksi (menghipnotis) seseorang. Sedangkan pada hipnosis Timur menekankan pada 3 aspek yaitu tatapan mata (visual), gelombang suara (verbal), dan energi batin sang pelaku.



Sumber: The Real Art of Hypnosis
Continue reading →
Sunday, December 13

Hipnotis Timur

0 comments
Hipnosis Timur menggunakan ritual dan mantra dalam melakukan aksinya sebagai suatu kekuatan autosugesti, sedangkan hipnosis Barat tidak. Proses yang menggunakan ritual hanya pola magnetisme yang dilakukan oleh Franz A. Mesmer (1734-1815) untuk meningkatkan sugestibilitasnya

Inilah penjabaran yang lebih mendetail pada Hipnosis Timur...

Ritual dan mantra yang digunakan pada hipnosis Timur haruslah disesuaikan dengan sisi spiritualisme seseorang. Orang orang yang dekat dengan dunia dinamisme-animisme, sering kali mengolah sisi batinnya dengan ritual yang aneh aneh. Bagi orang yang religius, sisi batin diolah melalui wirid dan doa. Semetara orang orang yang logis lebih suka dengan metode yang bisa diterima akal sehatnya seperti, pernafasan konsentrasi dan meditasi.

Sebenarnya, ritual dan bacaan tertentu tsb. hanya sebagai sarana untuk mengolah batin saja. Bukan mantra atau bacaan itu yang memberikan kekuatan , melainkan program dan niat mereka untuk membersi efek sugesti bagi pelaku.

Hipnosis Barat tidak mengenal ritual dan mantra tertentu untuk menghipnotis seseorang. Hipnosis Barat adalah mencoba mengkondisikan seseorang pada kondisi hypnotic, sehingga mulai banyak berkembang denagn berbagai macam teknik hipnosis

Sumber: The Real Art of Hypnosis

Continue reading →
Friday, December 4

Hipnosis Barat dan Timur

0 comments
Hipnotis Barat lebih berorientasi pada klien, yaitu mengkondisikan klien pada keadaan hipnotic(hypnotic state). Kemudian dengan sugesti, proses itu dapat diteruskan dengan memberikan terapi. Sementara itu, hipnosis Timur lebih berorientasi pada therapist atau pelaku hipnosis. Bagaimana dia mengolah dirinya dengan autosugesti, agar dapat mempengaruhi klien, baik mengolah secara visual, verbal, non-verbal, maupun batin.

Hipnosis Barat dan Timur memiliki paradigma yang berbeda. Paradigma hipnosis Timur prosesnya lebihdiorientasikan pada pelaku (therapist). Hal itu yang menyebabakan pelaku Timur sangat membutuhkan autosugesti, untuk meyakinkan dirinya dalam mempengaruhi klien. Disamping itu, hipnosis Timur lebih memberdayakan semua potensi dalam dirinya, tidak hanya verbal, namun juga visual(mata sebagai jendela diri), bahasa non-verbal(tanagn, kaki, kepala, bahu, perut, dan semua gerak dalam tubuhnya adalah representasi dari keyakinan dan kemantapan untuk menghipnotis/memengaruhi), dan yang tak kalah penting adalah olah batin dan jiwa(sebagai bagian dari autosugesti). Olaha batin disini bukan berarti mantra, lelaku, dan ritual-ritual yang aneh. Namun, sang hypnotherapist juga harus memiliki jiwa dan batin yang sehat. Hal itu dpat dilakukan sesuai dengan keyakinan setiap orang, misalnya, doa, dzikir, salat dan mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim...", atau berupa self-hypnosis agarr psikis kita sehat.
Sementara itu, paradigma pada hipnosis Barat diorientasikan pada klien. Prosesnya lebih difokuskan pada "bagaimana mengkondisikan klien pada kondisi hypnotic". Hal itu membuat hipnosin Barat lebih menjabarkan proses seperti apa dan bagaimana mengkondisikan klien dalam keadaan hipnotic. Akhirnya, proses itu memunculkan banyak teknik-teknik dlm melakukan praktik hipnosis. Inti dari hipnosis ala Barat ialah, jika klien bersedia, pasti bisa, namun jika ada resistance dan rejection, tidak bisa melakukan hipnosis. Hal itu berlaku pada stagehypnosis maupun hypnotherapist.

Sumber: The Real Art of Hypnosis
Continue reading →